Sempat Terkendala Teknis, Debat Publik Paslon Bupati Magelang Berlangsung Dinamis

Dilihat 1624 kali
Debat Publik Putaran III Paslon Bupati dan Wakil Bupati Magelang, Jumat (22/06).

BERITAMAGELANG.ID - Debat publik putaran III pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Magelang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang di Grand Artos Hotel Magelang, Jumat (22/06). Meski sempat mengalami kendala teknis, debat putaran akhir tersebut berlangsung dinamis.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifudin mengungkapkan, debat publik putaran ketiga ini merupakan putaran terakhir sebelum proses pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Isu yang diangkat sangat penting, yakni terkait tata kelola kebijakan pemerintahan.

"Pada debat publlk putaran ketiga ini kita mengangkat isu-isu strategis pemerintahan.Sektor pertanian, pariwisata dan pertambangan di Kabupaten Magelang. Harapannya agar masyarakat melihat, menilai dan memilih visi misi kedua paslon yang akan memimpin Kabupaten Magelang," kata Afifudin.

Afifudin mengaku, dalam debat  putaran terakhir ini sempat diwarnai kendala teknis, yakni mikrofon tidak berfungsi. Meski demikian suasana debat tetap berlangsung dinamis dan aman.

"Memang terjadi gangguan secara teknis pada mikrofon yang digunakan kedua paslon pada saat menyampaikan visi dan misinya. Namun, kendala tersebut hanya terjadi dalam ruang debat saja tidak mempengaruhi sound pada saat live (siaran langsung) di televisi," jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Magelang Habib Shaleh menilai penyelenggaraan debat putaran ketiga (putaran terakhir) ini lebih baik dari acara debat sebelumnya.

"Sejauh ini debat publik putaran ketiga sudah lebih baik dibanding putaran pertama dan kedua. Kita juga masih menlibatkan 21 ketua Panwascam untuk melakukan pengawasan pada debat publik kali ini," tutur Habib.

Di hadapan ratusan pendukungnya, dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin - Edi Cahyana dan M. Zaenal Arifin - Rohadi Pratoto secara lugas menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi memimpin pada periode 2018-2014 mendatang.

Paslon nomor urut 1 Zaenal - Edi (Padi) berjanji akan lebih fokus terhadap peningkatan ekonomi dengan upaya pengembangkan pariwisata berbasis masyarakat selain Candi Borobudur, juga mengatur ulang regulasi tentang pertambangan di sekitar Gunung Merapi.

Sementara menurut paslon nomor urut 2 Zaenal - Rohadi (Zaroh), bagi pemerintah yang terpenting adalah menegakkan Perda tata ruang pertanian dan pertambangan Merapi di antara pariwisata berbasis sumber daya alam di Kabupaten Magelang. Sehingga dengan regulasi tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) dan ekonomi masyarakat dapat meningkat.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar