BERITAMAGELANG.ID - Kendati tidak sepopuler Dusun Nglipoh Desa Karanganyar Kecamatan Borobudur, produk gerabah dari Dusun Kragilan Desa Donorojo Kecamatan Mertoyudan Magelang tidak kalah kualitasnya.
Salah satu perajin gerabah Dusun Kragilan, Marsini, mengatakan, keterampilan membuat gerabah didapat secara turun-temurun dari orang tua pendahulu.
"Hampir semua warga di Dusun Kragilan mayoritas memproduksi gerabah, mulai dari genting, anglo untuk memasak, pot bunga dan lain-lain sesuai dengan pesanan," ucap Marsini.
Namun, produk unggulan gerabah Dusun Kragilan adalah komoditas genting pres, dengan kualitas istimewa dan produk tersebut telah lama memenuhi permintaan genting pres dalam dan luar daerah.
"Banyak pelanggan yang langsung datang ke sini beli genting pres untuk dipakai sendiri. Produk kami juga ada di toko material, termasuk memasok kebutuhan genting di Pasar Godean Yogyakarta," terang Marsini.
Untuk proses produksinya, tanah liat diolah dan dipres menggunakan mesin pres, kemudian diangin-anginkan lalu dijemur di bawah sinar matahari rata-rata 6.000 genting sekali bakar. Dalam membakar genting bisa dilakukan setengah bulan sekali, atau bisa sebulan tergantung cuaca.
âDengan harga rata-rata satu genting Rp950. Bahan baku tanah dari Dusun Kragilan sendiri karena kualitasnya bagus," papar Marsini.
Kepala Desa Donorojo, Samsul Hadi, mengatakan, terdapat 22 perajin genting dan 2 perajin anglo (tungku tanah liat) di Dusun Kragilan Desa Donorojo.
"Dulu awalnya mencetak genting secara manual, mulai tahun 90an awal sudah memakai mesin cetak pres karena menyesuaikan permintaan pasar," jelas Samsul Hadi.
Samsul menambahkan, Dusun Kragilan sempat dikunjungi wisatawan dari Borobudur untuk edukasi membuat produk gerabah.
Tahun 2015 sempat sering ada kunjungan wisatawan dari Borobudur naik dokar atau delman berkunjung ke Dusun Kragilan untuk wisata edukasi gerabah.
âHarapannya hal itu bisa berlanjut, karena kualitas gerabah Dusun Kragilan juga tidak kalah bagusnya," tandas Samsul Hadi.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar