Dua Hari, Merapi Muntahkan Lava Pijar dan Awan Panas

Dilihat 1305 kali
Luncuran lava pijar Gunung Merapi, Minggu (14/7). Dok. BPPTKG

BERITAMAGELANG.ID - Dalam dua hari terakhir, Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali memuntahkan lava pijar dan panas. Meski demikian, status gunung Merapi masih di level waspada dengan jarak aman radius 3 km.


Dalam laporannya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, pada Sabtu (13/7) Merapi tercatat dua kali mengeluarkan awan panas guguran.


Pada pukul 10.27 WIB, awan panas guguran terjadi selama 112 detik dengan jarak luncur 1.100 meter. Kemudian pukul 18.01 WIB Merapi kembali memuntahkan awan panas sejauh 1.000 meter.


Disusul pada Sabtu petang, Merapi juga mengeluarkan guguran awan panas dengan jarak luncur sekitar 1 km ke arah hulu Kali Gendol. Guguran awan panas itu terekam kamera CCTV pos pemantau Gunung Merapi di Boyolali. Awan panas guguran tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo 47 mm dan durasi 100 detik dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu kali gendol.


Selain awan panas, BPPTKG juga menyebutkan bahwa hasil pengamatan pada Minggu (14/07) pukul 00.00 - 24.00 wib terjadi 36 kali gempa guguran di Gunung Merapi. BPPTKG mencatat guguran lava teramati sebanyak 18 kali dengan jarak luncur 500 hingga 950 meter. Arah dominan guguran lava ke arah tenggara hulu Kali Gendol. Sedangkan gugugran awan panas teramati sebanya 4 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak 950-1.000 meter.


Sebanyak tiga kali gempa low frequency, empat kali hybrid fase banyak, tiga kali gempa tektonik dan satu kali gempa hembusan.


Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental petugas BPPTKG, bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah. Berdasar analisa foto udara dengan drone, volume kubah lava tanggal 4 Juli 2019 sebesar 475.000 meter kubik. 


Pihak BPPTKG, hingga saat ini masih menetapkan status Gunung Merapi waspada atau level II.


BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang karena awan panas guguran yang terjadi masih dalam batas aman untuk aktivitas warga.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar