BERITAMAGELANG.ID - Pasar Temon Pinggir Sawah kembali akan digelar pada Minggu 17 November 2019. Kali ini Pasar Temon tak cuma menyuguhkan makanan jadul namun juga akan menjadi ajang pertukaran gagasan dan ilmu pengetahuan. Ada dua workshop digelar pada hari pasaran, yakni tentang pengemasan produk dan penulisan berita jurnalistik.
"Kedua workshop itu terbuka untuk umum. Workshop pengemasan produk ini akan sangat bermanfaat bagi pelaku industri kecil. Karena fokus pembahasannya pada bagaimana mendongkrak penjualan melalui kemasan", kata salah satu pengelola Pasar Temon, Tutik Purwaningsih.
Sementara workshop penulisan, menurutnya juga tak kalah penting. Di era digital semua orang berpotensi menjadi pembawa kabar. Agar info yang disebar benar-benar bisa dipertanggungjawabkan maka perlu belajar kaidah-kaidah jurnalistik. Workshop akan menghadirkan tiga pembicara, yakni Malik Salman redaktur Koran Harian Magelang Ekspres, Amron Muhzawawi pemilik batagor instant Eatsleep dan Aziz seorang desainer kemasan.
Selain itu pasaran bulan ini juga akan lebih memanjakan pengunjung karena kini telah ada beberapa tengkrek (tempat duduk) khusus untuk pengunjung. Tengkrek dipasang di tepi sawah. Sehingga pengunjung bisa menikmati aneka makanan jaman dulu sambil memandang hamparan sawah.
"Produk yang dijual juga bertambah lengkap. Plus kami juga mendorong ke semua pedagang untuk menghindari penggunaan pewarna dan pemanis buatan. Sehingga nantinya semua makanan yang dijual benar-benar mengedepankan unsur alami", kata Tutik.
Pasaran kali ini juga bakal lebih meriah karena rencananya istri Wakil Bupati Magelang Aslimah Edi Cahyana akan ikut senam di Pasar Temon. Sementara hiburan anak-anak ada becak mini, reptil show dan pertunjukan kesenian tradisional, serta arena mewarnai.
"Pokoknya lengkap. Semua boleh datang gratis tidak dipungut biaya masuk. Datangnya jangan siang-siang, supaya tak kehabisan," pesannya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar