Harga Jual Anjlog, Petani Salak Merapi Sukses Budidaya Jamur Tiram

Dilihat 6264 kali

BERITAMAGELANG.ID - Harga jual yang terus anjlog, memaksa para petani salak di lereng Gunung Merapi, tepatnya Dusun Jrakah Desa Kaliurang Kabupaten Magelang Jawa Tengah mencoba peruntungan lain, yakni budidaya jamur tiram. Bermodal tekad dan kerja keras, kini mereka meraup sukses. Keuntungan yang didapat pun menjadi investasi untuk kesejahteraan bersama.


"Kita mengawali usaha budidaya jamur ini karena prihatin harga jual salak lumut sudah tidak lagi menjanjikan, sangat murah tak lebih dari Rp. 1.500 hingga Rp. 2.500 per kilogramnya," kata ketua kelompok budidaya jamur tiram Jrakah Makmur, Hari Setiawan, Minggu (01/07).


Hari menuturkan, para petani masih mempertahankan tanaman salak sebagai andalan. Sedangkan jamur menjadi usaha lain untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Awal usaha pada Januari 2018 lalu hanya dilakukan oleh beberapa orang dengan modal patungan sebesar Rp. 200.000.


"Kini, budidaya jamur ini terus berkembang dengan anggota mencapai 26 orang. Hasil penjualan jamur kita jadikan modal pembelian bahan baku dan keperluan lain," jelasnya.


Guna meningkatkan keterampilan, pelatihan juga terus dilakukan melalui kerjasama dengan Balai Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Jawa Tengah. 


Sementara bagi para petani, peralihan pola pertanian itu menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak hanya menambah penghasilan, namun jamur tiram kini juga menjadi usaha lain petani salak yang menjanjikan.


"Budidaya jamur sangat praktis untuk usaha keluarga. Tidak butuh lahan luas atau pengaturan suhu ketat karena ada hawa sejuk lereng Gunung Merapi," tutur salah satu petani, Trimanto.


Setiap hari, Trimanto mengaku rutin memanen jamur tiramnya. Hasil panen dijual ke pedagang dengan harga Rp. 11.000 per kilogram.


"Lumayan setiap pagi istri saya memanen sekitar 15 kg jamur dari 1.600 backlog (media benih jamur) di dalam rumah," lanjutnya.


Tidak hanya menjual jamur, para petani salak ini juga siap menjual backlog (media) benih jamur tiram. Mereka juga bermimpi, selain salak, lereng Gunung Merapi juga bisa menjadi sentra budidaya jamur. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar