Kirab Sego Wiwit Ramaikan Festival Bumi Mandala Desa Ngawen

Dilihat 2397 kali
Kirab Sego Wiwit ditampilkan dalam kegiatan Festival Bumi Mandala di Komplek Candi Ngawen Desa Ngawen Muntilan Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Kirab Sego Wiwit hadir kembali di Candi Ngawen, Muntilan Kabupaten Magelang. Yang berbeda kali ini, Kirab Sego Wiwit tersebut bukan digelar pada kegiatan Festival Desa Ngawen, tetapi dalam rangkaian Waisak 2023 dalam ajang kegiatan Festival Bumi Mandala.


"Festival Bumi Mandala tahun kedua ini, yang sudah menjadi agenda tahunan, kerja sama dengan Tim Waisak, selama tiga hari mulai tanggal 1 Juni kemarin.


Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan tradisi Sego Wiwit kepada peserta dan pengunjung Festival Bumi Mandala, dalam skala nasional dan internasional atau mancanegara," ucap Kepala Desa Ngawen, Ndaru Hapsari, Sabtu (3/6/2023) di sela kegiatan tersebut.


Sego Wiwit sendiri mempunyai arti Nasi Wiwit (mengawali), dibuat untuk mengawali masa panen. Dengan prosesi tersebut merupakan bentuk rasa syukur agar petani dikaruniai hasil panen yang melimpah. Dan tradisi tersebut masih terjaga hingga saat ini.


Sego Wiwit yang dikirab dalam bentuk tumpeng terdiri dari nasi putih, ingkung ayam, aneka sayuran rebus dan jajan pasar. Kemudian ditambah dengan pepes yuyu atau kepiting sawah dan sompil (keong kecil). Adapun sayuran rebus kemudian disajikan bersama kelapa parut bumbu kluban atau urap.


"Untuk Yuyu (Kepiting Kali) dan Sompil diambil dari sungai atau sawah, yang menjadi habitat kedua hewan tersebut. Karena semua unsur Sego Wiwit diambil dari alam yang menjadi lahan pertanian, dan 60 persen tanah di Desa Ngawen adalah lahan pertanian," papar Ndaru.


Sego Wiwit tersebut dikirab dengan jarak kurang dari 1 Km, menuju Komplek Candi Ngawen. Terdapat peserta kirab sejumlah 16 kelompok dari semua dusun di Desa Ngawen.


"Perbedaannya adalah Kirab Sego Wiwit saat Festival Candi Ngawen, Kirab Sego Wiwit dinilai oleh juri. Sedangkan Kirab Sego Wiwit di Festival Bumi Mandala kirab tidak dinilai.


Karena tujuannya untuk memperkenalkan Sego Wiwit kepada tamu hadirin nasional dan internasional. Harapannya saat Festival Desa Ngawen digelar sekitar bulan September," jelas Ndaru.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang