BERITAMAGELANG.ID - Mengisi masa libur sekolah sekaligus refleksi akhir tahun, Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (Salima) sukses menggelar Kajian Islam akbar di Joglo Ngawen Dairy Farm, Rabu (31/12). Acara ini menyedot perhatian luar biasa dengan kehadiran lebih dari 1.000 jemaah lintas generasi.
Terlihat antusiasme jemaah putra dan putri yang memadati area joglo sejak pagi. Menariknya, suasana kajian tidak hanya didominasi orang dewasa, tampak anak-anak sekolah yang tengah menikmati liburan turut menyimak materi dengan khidmat.
Hadir sebagai pembicara utama, Ustadz Rifky Jafar Thalib, Dai asal Malang, Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa rukun Islam yang lima yaitu, syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji merupakan fondasi fisik yang harus dibersamai dengan keteguhan iman.
"Lima perkara ini adalah amalan fisik yang bahkan orang munafik pun bisa melakukannya. Namun, pembeda sejatinya adalah iman. Iman itulah kunci masuk surga," tegas Ustadz Rifky di hadapan ribuan pasang mata.
Ia kemudian mengisahkan keteladanan tokoh-tokoh besar Islam sebagai potret iman yang murni, mulai dari keteguhan Sumaiyyah, loyalitas Abu Bakar Ash-Shiddiq, hingga kepasrahan Siti Hajar dan Nabi Ibrahim AS saat diuji di padang pasir tandus.
Nasihat Luqmanul Hakim Mengutip wasiat Luqmanul Hakim, Ustadz Rifky menjabarkan empat prinsip hidup:
1. Ingat Allah SWT.
2. Ingat kematian
3. Lupakan kebaikan diri kepada orang lain.
4. Lupakan keburukan orang lain kepada kita.
Untuk menjaga grafik keimanan agar tetap stabil, ia membagikan enam kiat praktis, yaitu menuntut ilmu, berkumpul dengan ahli ilmu, rutin tilawah Al-Qur'an, mencari lingkaran pertemanan yang saleh, konsisten berdoa meminta keteguhan iman, serta aktif mendatangi tempat-tempat yang baik seperti masjid dan majelis ilmu.
Gaya penyampaian Ustadz Rifky yang santai, ringan, dan sesekali diselingi humor segar membuat durasi kajian terasa singkat. Sesi tanya jawab pun berlangsung hangat. Hilman, jemaah asal Talun, mengaku bersyukur bisa berdialog langsung mengenai tantangan iman di era digital.
"Senang sekali bisa hadir. Saya tadi bertanya langsung kepada Ustadz Rifky mengenai bagaimana menjaga iman di tengah budaya digital masyarakat modern," ujar Hilman.
Kesan serupa disampaikan Lestari, jemaah asal Prambanan, Yogyakarta. Meski harus berangkat pukul 06.00 WIB, ia merasa lelahnya terbayar tuntas, apalagi setelah mendapatkan doorprize buku karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.
"Selain menuntut ilmu, di sini tempatnya silaturahmi dan mempererat ukhuwah," ucapnya penuh syukur.
Konsistensi Majelis Taklim Salima menghadirkan Ustadz Rifky Jafar Thalib kali ini merupakan kali keenam. Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Salima kembali membuktikan perannya sebagai wadah edukasi religi yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

0 Komentar