Krisis Air Bersih Mulai Melanda, BPBD Ambil Langkah Antisipasi

Dilihat 1430 kali
Bantuan air bersih di Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/06)

BERITAMAGELANG.ID - Krisis air bersih mulai melanda Dusun Sembungan dan Montigo Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sedikitnya 10.000 liter air bersih mulai disalurkan BPBD Kabupaten Magelang ke sejumlah bak penampung di dua dusun tersebut, Senin (18/06).

"Dropping air bersih itu merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Magelang. Organisasi Penanggulangan Resiko Bencana (OPRB) Kecamatan Borobudur turut membantu menyalurkannya," kata Nur Fauzan, Ketua OPRB Kecamatan Borobudur.

Menurut Fauzan, krisis air bersih di dua dusun yang berada di lereng perbukitan Menoreh itu mulai terjadi sejak pertengahan Juli 2018.

"Sejak awal puasa hingga lebaran, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan sumber air lain sudah mengering," katanya.

Sementara itu, saat dihubungi BeritaMagelang.id, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, selain di Desa Kembanglimus ada sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Borobudur berpotensi dilanda kekeringan.

"Secara geografis, selain Desa Kembanglimus masih ada Desa Kenalan, Candirejo, Bumiharjo, Giri Tengah dan Ringinputih yang setiap kemarau selalu dilanda krisis air bersih," jelas Edi.

Selama 2017, terdapat 2.186 kepala keluarga di 23 dusun 8 desa dalam 4 kecamatan yang dilanda krisis air bersih akibat kemarau panjang.

"Dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang, terdapat 13 kecamatan yang berpotensi terjadi kekeringan jika tahun ini terjadi kemarau panjang," ungkapnya.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Semarang, puncak kemarau 2018 akan terjadi pada kisaran bulan Agustus. 

"Untuk itu BPBD Kabupaten Magelang siap melakukan antisipasi seperti kerjasama penyaluran bantuan air bersih dengan berbagai pihak," pungkas Edi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar