Laris! Tiga Ton Beras Terjual di Pasar Murah Semarak Gemilang

Dilihat 858 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pasar murah bahan kebutuhan pokok yang digelar di Lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid pada 24 sampai 27 Agustus 2023 untuk meramaikan HUT kemerdekaan RI ke 78 disambut antusias oleh masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu, lebih dari tiga ton beras dan 1,5 ton minyak goreng terjual.


Demikian disampaikan Tri Handayani dari Disdagkop UKM Kabupaten Magelang yang memfasilitasi penyelenggaraan Pasar Murah, Senin (28/8/2023). Menurutnya, Pasar murah kebutuhan pokok itu didukung oleh Bulog Kantor Cabang Kedu di Magelang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Dispeterikan.


Ia menyebutkan, dukungan Bulog dalam kegiatan tersebut meliputi beras medium, beras premium, minyak goreng kita, terigu, daging, gula, dan beras mentik wangi. Adapun dukungan dari Dispeterikan berupa telur ayam, sedangkan dari Perusda Aneka Usaha mendukung dengan menjual beras dan minyak goreng Kita.


Berdasarkan rekapitulasinya, barang kebutuhan pokok yang terjual terbanyak adalah beras kualitas medium, yaitu sebanyak tiga ton, disusul dengan minyak goreng Kita sebanyak 1,440 kg, gula 168 kg, beras premium 155 kg, tepung terigu 60 kg, beras mentik wangi 10 kg, daging 4 kg, dan telur ayam 500 kg.


Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang itu selaras dengan langkah langkah Bulog Kantor Cabang Kedu untuk melakukan usaha stabilasasi harga pangan yang cenderung tinggi, terutama beras dengan melakukan kegiatan "Grebek Pasar”.

 

Sebagaimana diberitakan media online akhir-akhir ini, Perum Bulog Kantor Cabang Kedu gencar sedang melakukan gerakan stabilasasi harga pangan, khusus beras yang cenderung tinggi.


Kegiatan yang dilakukan  melalui  gerakan "Grebek Pasar" dengan menggelontorkan 50 ton beras ke sejumlah pasar di enam kabupaten/kota wilayah Kedu, Jawa Tengah, untuk stabilkan harga beras.


Dropping akan dilakukan terus menerus dan akan menyebar di wilayah Kedu dengan pasokan beras kualitas medium ke pedagang di pasar tradisional. Kegiatan itu merupakan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).


Dengan komitmen Bulog untuk terus mendistribusikan beras SPHP, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu kelangkaan  kenaikan harga beras.


Grebek Pasar yang dilaksanakan oleh Bulog tersebut, menurut Tri Handayani juga dilakukan di wilayah Kabupaten Magelang.  


"Penyerapan tertinggi terjadi di Pasar Borobudur dan Pasar Muntilan. Setiap 3 hari sekali digelontor  dengan 3 ton beras,” jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar