Sempat Mengungsi, Warga Putuskan Kembali ke Rumah

Dilihat 1397 kali
Merapi meletus tiga kali, warga Babadan 2, Paten, Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengungsi, Jumat (01/06)

BERITAMAGELANG.ID - Paska tiga kali terjadi letusan pada Jumat (01/06), ratusan warga di radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi Kabupaten Magelang panik. Tengah malam mereka beramai-ramai mengungsi karena trauma dan khawatir terjadi letusan susulan yang lebih besar.

Kepala Desa Paten, Dukun, Kabupaten Magelang, Sutarno mengatakan sedikitnya 370 jiwa telah mengungsi. Mereka berasal dari Dusun Babadan 2 yang hanya berjarak sekitar lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Warga mengungsi mulai pukul 22.30 WIB setelah dua letusan terjadi, yakni pukul 20.24 WIB dan pukul 21.00 WIB," kata Sutarno kepada BeritaMagelang.id, Sabtu (02/06).

Sutarno menambahkan, 110 kepala keluarga Dusun Babadan 2 tersebut mengungsi secara mandiri karena trauma dan khawatir jika tejadi letusan lebih besar di malam hari.

"Pemerintah Desa tidak menginstruksikan warga mengungsi. Ini inisiatif dari warga sendiri karena ada rasa ketakutan jika letusan kembali besar di malam hari sehingga warga mengungsi ke balai desa," jelasnya.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga, Sayem (30). Trauma dan khawatir memaksanya untuk meninggalkan rumah dan turun mengungsi.

 "Saya takut dengan keadaan Merapi. Terdengar suara gemuruh dan ada abu vulkanik sehingga saya bersama keluarga mengungsi," tutur Sayem.

Selain di Balai Desa, warga yang mengungsi juga berkumpul di SDN Paten. Dari 370 jiwa terdiri dari 32 balita, 29 lansia, 2 difabel dan 3 ibu hamil.

Kepanikan warga mereda setelah pihak BPBD Kabupaten Magelang memberikan sosialisasi terkait aktifitas Gunung Merapi. Hingga Sabtu (02/06) dini hari, pada pukul 01.39 WIB hanya tersisa 4 kepala keluarga mengungsi yang terdiri dari 12 jiwa, diantaranya wanita lansia sakit dan balita.

"Kita komunikasikan dengan warga, berdasarkan informasi BPPTKG masyarakat menjadi tenang. Sekarang (Sabtu dini hari) sudah lebih dari dua per tiga warga yang mengungsi sudah kembali pulang kerumah," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Sebelum dua letusan pada malam hari, Jumat (01/06) pagi pukul 08.20 WIB, letusan pertama terjadi. Tinggi kolom asap mencapai 6.000 meter menyebabkan tiga kecamatan yakni Sawangan, Pakis dan Ngablak di Kabupaten Magelang diselimuti abu vulkanik tebal. Meski demikian, tidak ada dampak kerusakan maupun korban jiwa.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar