Libur Lebaran 2024 Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Magelang Turun 50 Persen

Dilihat 703 kali
Rapat koordinasi bersama komunitas wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Magelang di Tourisme Information Centre (TIC) Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah (Lebaran 2024) di Kabupaten Magelang, mengalami penurunan hingga 50 persen di bandingkan dengan Liburan Idul Fitri 1444 H (Lebaran 2023). Turunnya jumlah wisatawan ke Magelang, dikeluhkan oleh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Magelang.

"Berdasarkan pengakuan dari teman-teman pengelola destinasi wisata di Kabupaten Magelang, jumlah wisatawan Lebaran tahun ini (2024) mengalami penurunan cukup signifikan, angakanya mencapai 50 persen lebih," kata Ketua Pesona Kabupaten Magelang (Pesma), Mr Hani Sutrisno pada rapat koordinasi bersama komunitas wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Magelang di Tourisme Information Centre (TIC), Kamis (25/4-2024).

Dalam rapat koordinasi yang difasilitasi Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang tersebut, dihadiri Direktur Ketep Pass Mul Budi Santoso, Candra Irawan dari Atria Hotel, Kirno Prasojo, Ketua DTW Edwar Alfian dan lainya, termasuk  perwakilan pengelola destinasi wisata, seperti Hotel, PHRI, arung jeram, pengelola VW Safari, Jeep Ketep dan Jurang Jero, seni budaya dan destinasi lainnya.

Menurut Mr Hani Sutrisno, turunnya jumlah wisatawan pada Libur Lebaran tahun 2024,  diantaranya dipengaruhi image (kesan) masih mahalnya tiket masuk ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, padahal Candi Borobudur masih menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Magelang. "Ya, salah satunya, amsih ada kesan mahalnya tiket masuk ke Candi Borobudur," ujarnya.

Dampaknya, lanjut Hani yang juga pengelola Desa Bahasa Borobudur itu, adalah mengelola wisata transpostasi yang menggunakan VW Safari. Jika tahun lalu, Komunitas VW Safari yang melayani rute keliling Borobudur bisa memberangkatkan tiga kali dalam sehari, namun Lebaran tahun ini hanya satu kali. Begitu juga destinasi wisata lainnya, mengalami penurunan yang cukup memptrhatinkan, sehingga perlu ada solusi untuk melakukan Langkah promosi yang lebih serius lagi.

Ketua PHRI Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin  menambahkan, turunnya jumlah wisatawan pada libur Lebaran 2024 juga dirasakan pengelola hotel dan homestay di Kabupaten magelang, jika tahun lalu wisatawan menginap di hotel  dalam waktu 10 hari, namun tahun ini (2024) hanya dalam waktu 3 hari. Artinya, ramainya hanya tiga hari, setelah itu sepi wisatawan.

"Beda liburan tahun lalu, selama 19 hari hotel dan restoran masih tetap ramai oleh wisatawan yang datang dan menginap ke Magelang. Untuk itu, turunnya jumlah wisatawan ke Magelang ini harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun pengelola destinasi wisata," ujarnya.

Senada dikatakan Hatta,  data dari Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang menyebutkan, bahwa dampak mahalnya tiket masuk ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang, mempengaruhi perekonomian di Kabupaten Magelang yang turun hampir 80 persen, karena turunya jumlah wisatawan yang datang ke Candi Borobudur.

"Data yang dilansir Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang cukup valid. Itu membuktikan bahwa turunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Magelang, khususnya ke Candi Borobudur sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat, wabil khusus terhadap pengelola wisata di Kabupaten Magelang," ujarnya.

Menanggapi diskusi para pelaku wisata terhadap turunnya jumlah wisatawan ke Magelang, Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun N Rini S.E menyatakan, hasil diskusi  merupakan masukan untuk dilakukan berbaikan, termasuk meningkatkan promosi  agar destinasi wisata di Kabupaten Magelang bergairah Kembali, tentunya dengan semangat teman-teman pengelola wisata.

"Ini merupakan masukan yang nantinya akan kami sampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga untuk dikaji kembali, guna mencari solusi terbaik agar pariwisata di Kabupaten Magelang tetap bergairah dan terus semangat," ujarnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar