Masa Pandemi Covid-19, 'Deswita Si Mami' Tetap Mempesona

Dilihat 2392 kali
Erix Soekamti mengungjungi Deswita Marmer Ngargoretno Salaman Kabupaten Magelang
BERITAMAGELANG.ID - Keras dan kering, seperti itulah kondisi perbukitan Menoreh yang membentang di antara tiga wilayah Kabupaten Magelang, Purworejo dan Yogyakarta. Namun, dibalik garangnya tersebut, Menoreh menyembunyikan kecantikan alami si Mami atau Museum Alam Marmer Merah Indonesia.

Si Mami berada di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Sepanjang hari saat cuaca cerah marmer merah yang terbentuk secara alami itu menjadi destinasi wisata yang membuat banyak wisatawan membawa pulang rasa rindu untuk kembali.

Seperti halnya, Erix vokalis band Endang Soekamti yang sengaja mengunjungi si Mami dalam pekan ini. Ia datang bersama beberapa rekan untuk melancong eksotiknya si Mami.

"Marmer merah, indah baru kali ini saya lihat," kata Erik mengagumi batu marmer Menoreh.

Di lokasi itu Ia mengabadikan setiap momen termasuk saat 'menyamar' sebagai peternak kambing peranakan etawa atau PE yang menjadi potensi andalan warga setempat. Erik sang vokalis mencoba memerah susu dan meminumnya.

"Rasanya rame," ujar pria kelahiran tahun 1980 ini disertai tawa cerianya bersama yang lain.

Tidak hanya Erix Soekamti, sederet wisatawan papan atas pernah juga berkunjung ke Marmer Menoreh Ngargoretno ini.

Karena tidak saja cantik, wisata si Mami juga menawarkan bagaimana berwisata edukatif antara interaksi keramahan sosial, kearifan lokal dan bentangan alam marmer merah nan keras.

Wisatawan tidak hanya berkunjung sebagai pelancong saja, mereka juga diminta untuk mengenalkan si Mami ke media sosial.

"Datang untuk menikmati wisata alam menoreh dan membantu obwis mengekplore obwisnya," kata pengelola Desa wisata Mami Ngargoretno, Soim.

Menurut Soim, selain melihat aneka bentuk unik batu marmer merah, wisatawan juga akan diajak mengenal UMKM lokal, potensi pertanian, dan ternak.

"Memerah susu kambing dan langsung meminumnya ini menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain itu tak kalah menantang adalah melakukan panen madu tawon.

"Wisatawan bisa mencoba panen madu atau memerah susu kambing biar terkesan," jelas Soim.

Di antara kesulitan ada kemudahan, menjadi gambaran perjuangan warga di puncak perbukitan Menoreh ini. Saat musim kemarau mereka harus bertahan dengan keterbatasan air smentara saat musim hujan bencana longsor menjadi ancaman yang tak terelakkan. Kondisi itu pula yang membuat tegar masyarakat Menoreh saat pandemi covid-19 yang melumpuhkan perekonomian.

Di masa pandemi covid-19 dunia pariwisata terpuruk, namun Deswita Mami tetap bertahan dengan produktivitasnya, yakni pengolahan hasil pertanian dan peternakannya seperti aneka olahan minuman herbal berbahan rempah-rempah lokal. Hal itu pula yang kini menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Produksi minuman rempah, madu dan aneka olahan tradisional si Mami itu kini dikirim keberbagai daerah.

"Anggota Pokdarwis bertahan dengan pengolahan minuman seperti jahe kunyit untuk dijual ke banyak daerah," ujar Soim.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang