BERITAMAGELANG.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi awal Ramadan, awal syawal, serja jadwal imsakiyah tahun 1447 Hijriah di Masjid Agung An-Nur Jawa Tengah, Rabu (28/1).
Kegiatan yang menghadirkan KH Faturohim, M.Ag, sebagai narasumber utama ini dilakukan sebagai upaya meredam potensi konflik di tengah masyarakat akibat perbedaan waktu pelaksanaan puasa.
"Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Syawal merupakan hal yang wajar karena adanya perbedaan metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh masing-masing organisasi islam," jelas KH Faturohim.
Perbedaan tersebut tidak perlu diperdebatkan karena pada dasarnya memiliki landasan keilmuan dan dalil yang sama-sama kuat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Kabag Kesra (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat), Kementerian Agama, PCNU Kabupaten dan Kota Magelang, Muhammadiyah Kabupaten dan Kota Magelang, serta perwakilan media.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Magelang, KH. Chamami menyampaikan harapan atas diadakan kegiatan ini, penentuan awal hijriah harus disikapi dengan saling menghormati dan menjaga kerukunan, supaya tidak menimbulkan polemik dalam masyarakat.
"Masyarakat diharapkan dapat menerima perbedaan pendapat sebagai rahmat dalam kehidupan beragama, bukan sebagai sumber perpecahan, sehingga kerukunan dan keharmonisan umat tetap terjaga," pesannya.
0 Komentar