Paremono Berkomitmen Jadi Desa Bebas Sampah

Dilihat 1233 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, OPD terkait dan jajaran Forkompimcam Mungkid saat menghadiri puncak acara Hari Kebersihan Sedunia (World Cleanup Day/WCD) Kabupaten Magelang Tahun 2023 di Desa Paremono.

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, OPD terkait dan jajaran Forkompimcam Mungkid menghadiri puncak acara Hari Kebersihan Sedunia (World Cleanup Day/WCD) Kabupaten Magelang Tahun 2023 di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Sabtu (23/9/2023).


Puncak acara WCD yang terlaksana di Desa Paremono ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Desa Paremono dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang dalam rangka menanggulangi masalah sampah, serta pelestarian lingkungan.


Dalam acara tersebut dilakukan bersih sungai, senam sehat, gerakan pungut sampah dan seminar tentang penanggulangan sampah serta pelestarian lingkungan dengan narasumber Sekjen WCD Indonesia, Septiani Punti Dewi.


Pada kesempatan itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya aktivitas manusia, maka akan membawa dampak pada peningkatan timbunan sampah. Untuk itu kepedulian terhadap permasalahan sampah saat ini menjadi satu hal yang wajib. 


Ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pengelolaan sampah menyebabkan isu sampah menjadi semakin serius yang dihadapi oleh Pemerintah dan masyarakat. Sehingga, permasalahan sampah tidak hanya menjadi isu lokal, namun sudah menjadi isu global.


"Saya berharap peserta yang mengikuti aksi bersih sampah ini dapat menjadi pelopor dalam pengelola sampah di lingkungannya masing-masing, dan mari kita bersama-sama membudayakan hidup bersih yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat," pesan Zaenal.


Bupati juga berpesan kepada masyarakat agar lebih peduli dengan kelestarian lingkungan, terutama dalam menjaga mata air yang ada di sekitarnya dengan tidak menebangi pohon dan menggalakkan gerakan menanam pohon.


"Mata air ini sangat penting. Apabila mata air di sekitar kita mulai berkurang bahkan hilang maka akan berdampak pada hasil pertanian yang pada akhirnya akan mengancam ketahanan pangan kita," tandas Zaenal Arifin.


Menurut Kepala Desa Paremono, Tri Sabdono, menghilangkan sampah sepenuhnya adalah hal yang sulit, tetapi setidaknya dengan bergotong royong niscaya semuanya akan terwujud. Masyarakat bisa mengurangi sampah dengan cara yang bijak dan cerdas.


Desa Paremono terdiri dari 14 dusun, dan sudah ada 1 bank sampah sektoral desa dan 10 bank sampah unit. Sementara untuk operasional kegiatannya sudah dianggarkan dari dana desa setiap tahunnya.


"Ini menjadi bukti bahwa kepedulian Desa Paremono terhadap lingkungan sudah tidak diragukan lagi, hanya butuh motivasi dan pergerakan secara inten untuk mewujudkan Desa Paremono yang bebas sampah," ungkap Tri.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar