BERITAMAGELANG.ID - Rencana pendirian SMA Negeri (SMAN) di Kecamatan Sawangan terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran sekolah negeri baru ini diproyeksikan tidak hanya memperluas akses pendidikan menengah bagi warga, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rencana Pendirian SMAN Sawangan yang digelar di DTW Ketep Pass, Magelang, Senin (27/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiono, mengatakan pembangunan SMAN Sawangan merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan menengah atas yang berkualitas dan terjangkau.
"Bapak Bupati Magelang memberi perhatian besar agar pemenuhan akses pendidikan menengah atas di Kecamatan Sawangan dapat segera direalisasikan. Harapannya, anak-anak di wilayah ini tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan," ujar Wisnu.
Menurutnya, keberadaan sekolah negeri baru akan meringankan beban biaya transportasi keluarga, meningkatkan angka partisipasi sekolah, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMP di Sawangan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain manfaat pendidikan, pembangunan SMAN Sawangan juga diperkirakan memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas pembangunan fisik sekolah, kebutuhan jasa, perdagangan, hingga usaha pendukung seperti warung, transportasi, dan tempat tinggal sementara bagi tenaga pendidik berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Plt Kepala Bidang PPM Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Nanang Dwi Saputro menyampaikan, Pemprov Jateng tengah mengkaji usulan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN Sawangan dengan proyeksi anggaran sekitar Rp5 miliar yang diupayakan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Bidang Pendidikan.
"Proses pengkajian dan penyiapan pendanaan dilakukan paralel dengan penyelesaian persyaratan dasar oleh Pemkab Magelang, mulai dari kesiapan lahan hingga infrastruktur pendukung," kata Nanang.
Ia menambahkan, pembangunan sekolah harus berbasis data demografi agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam rakor tersebut, pemerintah juga membahas pembagian peran dan tanggung jawab antarinstansi, kesiapan lahan yang clear and clean, penyesuaian tata ruang, serta penyediaan akses jalan, listrik, dan air.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menekankan pentingnya penataan sumber daya manusia pendidik sejak awal agar operasional sekolah nantinya berjalan optimal.
Dengan penyusunan lini masa yang ketat dan dukungan lintas organisasi perangkat daerah, Pemkab Magelang berharap seluruh tahapan administratif, perizinan, dan teknis dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik SMAN Sawangan dapat segera dimulai.
Rapat koordinasi ini dihadiri perwakilan instansi teknis Pemkab Magelang serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Provinsi Jateng, Bappeda Provinsi Jateng, tenaga surveyor pemetaan, dan analis keuangan provinsi.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar