BERITAMAGELANG.ID - Wakil Bupati Magelang, Sahid menyampaikan catatan penting tentang prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) bahwa tahun ini wilayah Kabupaten Magelang berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, yang dipicu adanya fenomena El Nino.
Ia menyampaikan, dampak dari kemarau panjang tidak bisa diremehkan. Mulai dari potensi krisis air bersih, ancaman kekeringan pada lahan pertanian yang bisa mengganggu ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng-lereng gunung sekitar Magelang.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak akan bisa bekerja sendiri dalam menghadapi potensi bencana ini. Anggaran dan personel yang dimiliki sangat terbatas. Oleh karena itu, konsep Pentahelix, khususnya kolaborasi antara pemerintah dan relawan menjadi kunci utama.
"Relawan adalah ujung tombak, mata dan telinga pemerintah di garda terdepan," kata, Sahid saat memberikan arahan pada acara sosialisasi dan pelatihan relawan kolaborasi pemerintah dan relawan dalam menghadapi kemarau, di pendopo Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Kamis (25/6/2026).
Sahid berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini relawan dapat menyerap ilmu dan keterampilan mitigasi kekeringan dengan baik, kemudian menjalin sinergi dan komunikasi, terjalin jalur koordinasi yang cepat dan tepat antara relawan di lapangan dengan BPBD serta instansi terkait.
"Selanjutnya dapat melakukan edukasi kepada masyarakat," pesannya.
Menurutnya, relawan harus mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat sekitar untuk bijak dalam menggunakan air bersih dan menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.
Ia menambahkan, menghadapi fenomena El Nino bukan sekedar tentang bagaimana merespon saat bencana terjadi, tetapi bagaimana bersiap dan memitigasi sebelum dampak buruknya meluas.Â
"Maka kuncinya gotong royong adalah kekuatan terbesar Kabupaten Magelang," tuturnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto menambahkan, berdasarkan perkiraan BMKG, puncak kemarau akan jatuh pada Juli hingga Agustus.
"Maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi agar dampak musim kemarau dapat diminimalisasi," pesannya.Â
Relawan bencana merupakan ujung tombak penanggulangan bencana, karena lebih dekat dan lebih paham medan lokasi bencana. Kegiatan ini merupakan dukungan nyata untuk mewujudkan visi Bupati Magelang Anyar Gress pada misi kelima dari Panca Darma, yaitu "Meningkatkan upaya pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan tanggap terhadap bencana", dengan fokus program Sapta Cipta ketujuh: Lestari Alame.
Dalam mewujudkan Sapta Cipta Lestari Alame, BPBD telah menetapkan Sapta Aksi, yaitu pembentukan Desa Tangguh Bencana, pengelolaan Early Warning System (EWS), sosialisasi dan edukasi kebencanaan, pembentukan kecamatan tangguh bencana, kolaborasi logistik kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan, serta pemulihan ekonomi pascabencana terutama untuk warga miskin yang terdampak.
Bambang menjelaskan maksud dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi kebencanaan sekaligus konsolidasi relawan bencana Kabupaten Magelang dalam menghadapi musim kemarau 2026. "
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan konsolidasi relawan bencana Kabupaten Magelang untuk memitigasi dampak musim kemarau tahun 2026," jelasnya.
Peserta sosialisasi berjumlah 150 orang relawan bencana dari 10 kecamatan pada Eks Kawedanan Salam, Salaman, dan Bandongan. Atau dari wilayah yang rawan bencana.
Sulis, salah satu relawan dari Windusari mengaku, sosialisasi ini sangat penting untuk menambah informasi dan ilmu kepada para relawan di Kabupaten Magelang.
Ia menyampaikan, di wilayah Kecamatan Windusari sendiri prediksi kemarau panjang ini harus diwaspadai, pasalnya Windusari sangat riskan terjadi kebakaran hutan utamanya di wilayah pegunungan, oleh karena itu sosialisasi kepada masyarakat sejak dini perlu dilakukan.
"Kami sebagai relawan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah utamanya kepada BPBD atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini," ucap Sulis.

@kominfomagelang Bukan sekadar pulang dari perjalanan jauh. Ini adalah kepulangan para tamu Allah yang membawa doa, harapan, dan cerita dari Tanah Suci. Selamat datang kembali, jemaah haji Kabupaten Magelang. Semoga menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan untuk keluarga serta masyarakat. 🤍🕋 #JemaahHaji #Haji2026 #magelang24jam ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar