BERITAMAGELANG.ID - Kabupaten Magelang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah setelah dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik dalam Anugerah Collaborative Award 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni resmi yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2), sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Dalam ajang apresiasi tersebut, Kabupaten Magelang berhasil meraih predikat Kabupaten/Kota Terbaik 2026, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan membangun sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap kerja sama strategis antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa hakikat birokrasi pemerintahan adalah melayani masyarakat. Oleh karena itu, aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk memberikan kontribusi terbaik, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja kolaboratif.
"Dengan jumlah 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dibutuhkan konsep collaborative government guna memastikan implementasi program pemerintah pusat berjalan optimal. Seluruh komponen masyarakat, termasuk akademisi, harus dilibatkan dalam mendukung pembangunan daerah," kata Lutfi.
Secara makro, Jawa Tengah saat ini berperan sebagai lumbung pangan nasional dengan capaian produksi sebesar 9,3 juta ton. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi hingga 10 juta ton guna mendukung swasembada pangan nasional. Untuk itu, para kepala daerah diminta mempertahankan revitalisasi lahan pertanian serta memperkuat sektor pangan strategis.
Di sisi lain, Lutfi juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Porsi APBD dinilai hanya sekitar 15 persen dalam mendukung pembangunan wilayah, sementara 85 persen lainnya memerlukan penguatan investasi.
"Kepala daerah juga memiliki peran sebagai marketing wilayahnya masing-masing untuk menarik investasi. Namun investasi yang masuk harus dibarengi dengan jaminan keamanan hukum serta kemudahan perizinan," tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kolaborasi melibatkan 154 peserta dari berbagai perguruan tinggi yang telah memiliki nota kesepahaman (MoU) aktif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, perangkat daerah (OPD), serta para pemangku kepentingan lainnya.
Selain pemberian penghargaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan 73 Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah.
Penghargaan ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah pusat, dengan menjadikan masukan ilmiah dari kalangan akademisi sebagai landasan dalam perumusan kebijakan publik yang berbasis data dan riset.
Wakil Bupati Magelang, Sahid yang hadir secara langsung menerima penghargaan Anugerah Collaborative Award 2026 sebagai Kabupaten/Kota Terbaik menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan representasi dari kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan kolaboratif.
"Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya bagian pemerintahan, yang telah menginisiasi dan memperkuat kerja sama strategis,â ujar Sahid.
Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kabupaten/Kota Terbaik Tahun 2026 merupakan buah dari sinergi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, akademisi, hingga mitra pembangunan lainnya yang selama ini aktif terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan daerah.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat," kata Sahid.
Capaian Kabupaten Magelang ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam tata kelola pemerintahan kolaboratif, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
0 Komentar