BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pemanfaatan dukungan anggaran pembangunan infrastruktur pertanian yang bersumber dari APBN Tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam Rapat Koordinasi Bantuan Sarana dan Prasarana Pertanian yang digelar di Pendopo drh. Soepardi, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Senin (31/8/2026).
Grengseng mengatakan, rapat koordinasi tersebut memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi mengenai program dan bantuan pemerintah, tetapi juga untuk memperkuat sinergi dan menyatukan komitmen agar setiap program yang masuk ke Kabupaten Magelang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani.
"Kita harus memastikan setiap dukungan yang hadir benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Grengseng.
Menurutnya, pembangunan pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan Kabupaten Magelang. Hal itu sejalan dengan Sapta Cipta ke-4, Gemilang Potensine, yang salah satunya diarahkan untuk mengembangkan potensi daerah, termasuk melalui pembangunan kawasan lumbung pangan serta penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis potensi wilayah.
Grengseng menambahkan, pembangunan irigasi, optimalisasi lahan, penyediaan sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga infrastruktur pendukung merupakan bentuk nyata implementasi Sapta Cipta di lapangan.
Namun demikian, kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Magelang masih cukup besar. Di sisi lain, kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan karena APBD harus digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pelayanan dasar dan pembangunan masyarakat.
Kondisi tersebut semakin menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan mencari sumber pembiayaan alternatif melalui program pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
"Dengan keterbatasan APBD, sinergi dengan pemerintah pusat melalui dukungan APBN menjadi sangat penting," kata Grengseng.
Grengseng menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang beserta jajarannya yang telah melakukan koordinasi sehingga Kabupaten Magelang memperoleh dukungan kegiatan infrastruktur pertanian melalui APBN Tahun 2026 dengan total anggaran Rp9.220.300.000.
Dukungan tersebut meliputi 73 unit irigasi perpompaan dengan anggaran Rp1.116.900.000, 16 unit irigasi perpipaan senilai Rp1.504.000.000, serta 30 unit pemeliharaan jaringan irigasi tersier dengan anggaran Rp2.940.000.000.
Selain itu, terdapat optimasi lahan nonrawa pada 34 kelompok tani dengan luas mencapai 639 hektare senilai Rp2.939.400.000, serta pembangunan enam unit bangunan konservasi dengan anggaran Rp720.000.000.
Kabupaten Magelang juga memperoleh dukungan kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi Tersier melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025/SIPURI pada enam daerah irigasi dengan nilai Rp10.178.394.000.
"Dengan demikian, total dukungan kegiatan infrastruktur pertanian yang diterima Kabupaten Magelang melalui skema tersebut mencapai Rp19.398.694.000," lanjut Grengseng.
Ia meminta seluruh bantuan dan pembangunan yang bersumber dari APBN tersebut dikelola secara bertanggung jawab. Para ketua kelompok tani dan Ketua Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) diminta melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan, transparan, menjaga kualitas pembangunan, serta memastikan hasilnya benar-benar dimanfaatkan oleh petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu kunci utama keberlangsungan kehidupan bangsa. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pangan yang cukup, bergizi, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi penting karena menunjukkan seberapa optimal lahan pertanian dimanfaatkan dalam satu tahun. Lahan seluas satu hektare yang ditanami satu kali dalam setahun memiliki IP 100, dua kali IP 200, dan tiga kali IP 300.
Namun, peningkatan indeks pertanaman tidak hanya bergantung pada kemampuan petani dalam melakukan budi daya. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan.
"Semakin tinggi indeks pertanaman, semakin optimal pemanfaatan lahan yang kita miliki. Ketersediaan air menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan frekuensi tanam," kata Puji.
Ia menyebut Kabupaten Magelang memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan air yang belum merata, infrastruktur irigasi yang membutuhkan peningkatan dan pemeliharaan, lahan yang belum optimal pemanfaatannya, serta kebutuhan sarana dan prasarana pertanian yang terus meningkat.
Puji menambahkan, dukungan APBN sebesar Rp19,398 miliar tersebut masih terus dikembangkan. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang saat ini juga tengah mengusulkan sejumlah program tambahan kepada pemerintah pusat.
"Salah satunya adalah usulan Optimasi Lahan (OPLA) Nonrawa seluas 1.675,20 hektare dengan nilai usulan mencapai Rp7.705.920.000," ungkap Puji.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan melalui BPLIP.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar