Kampung KB Diharapkan Optimal Turunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Dilihat 2704 kali
Pejabat sementara Bupati Magelang Tavip Supriyanti didampingi Kepala Dinsos PPKB PPPA Retno Indriastuti dan Forkopimcam Tegalrejo canangkan Kampung KB Dusun Ngeren, Mangunrejo, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/05)
BERITAMAGELANG.ID - Pejabat sementara Bupati Magelang, Tavip Supriyanto, canangkan Kampung KB di di Dusun Ngeren, Desa Mangunrejo, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/05).

Dalam kesempatan tersebut, Tavip mengapresiasi seluruh warga Dusun Ngeren atas dicanangkannya kampung KB di Dusun tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh warga di Dusun Ngeren, atas dicanangkannya sebagai Kampung KB. Mudah-mudahan kampung KB di Dusun Ngeren ini bisa menjadi contoh kampung KB di Jawa Tengah, tidak hanya di Magelang saja," harap Tavip.

Tavip meminta tidak hanya Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) saja, melainkan seluruh SKPD terkait juga ikut mendampingi kampung KB ini.

"Selain itu, di Dusun Ngeren ini juga minta didampingi mengenai bank sampah. Nanti kita akan bangun terus bank-bank sampah agar masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dan anorganik untuk dikelola dengan baik," lanjutnya.

Tavip menyebutkan, di wilayah Kabupaten Magelang angka kematian ibu melahirkan masih sangat tinggi. Masyarakat khususnya yang usia subur masih banyak yang belum paham dan mengerti terkait program Keluarga Berencana.

"Kampung KB inilah salah satu upaya pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Bagaimana kita memberikan arahan pada masyarakat untuk mengatur ataupun merencanakan dalam berkeluarga, baik itu mengatur angka kelahiran, juga untuk mensejahterakan masyarakat melalui kelompok-kelompok ekonomi masyarakat desa," pungkas Tavip.

Sementara Kepala Desa Mangunrejo, Abdul Rohman, dalam laporannya menyebutkan di Dusun Ngeren terdapat 4 Rukun Tetangga (RT), dengan jumlah penduduk 323 jiwa, yakni 159 penduduk laki-laki dan 164 penduduk perempuan.

"Terkait dengan program Kampung KB tersebut, di Dusun Ngeren terdapat 61 orang yang masuk dalam kategori pasangan subur. Sementara kepesertaan KB di Dusun ini mencapai 40 orang atau sebanyak 65,7 persen dari jumlah penduduk di Dusun Ngeren," terang Rohman dalam laporannya.

Sedangkan pencapaian di tingkat desa saat ini, lanjut Rohman, telah mencapai 275 orang atau 79,25 persen yang sudah mengikuti program KB.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar