BERITAMAGELANG.ID - Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengungkapkan, aksi unjuk rasa yang terjadi akhir-akhir ini rawan disusupi kepentingan lain.
Situasi seperti ini rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak penyusup dengan agenda lain karena tidak puas dengan hasil Pilpres kemarin.
"Hal tersebut wajib diwaspadai bersama karena ada pihak yang ingin pemerintahan ini jatuh," ucap Yudianto, dalam kegiatan Sholat Goib paska unjuk rasa mahasiswa, di Masjid UMM usai sholat Maghrib, Jumat (27/9).
Menurut Yudianto, sesuai dengan intruksi Kapolri, dalam pengamanan unjuk rasa tidak ada anggota Kepolisian yang menggunakan senjata api berpeluru tajam.
"Dalam pengamanan unjuk rasa kemarin di DPRD Kota Magelang tidak ada letusan suara senjata api karena memang dilarang," terang Yudi.
Yudi mengungkapkan, terkait dengan kerusuhan saat unjuk rasa kemarin, dilakukan oleh oknum, bukan mahasiswa.
Setelah mahasiswa dengan jas almamater pergi, ada sekelompok massa yang menggunakan penutup kepala berbuat rusuh.
"Sepertinya alat untuk kerusuhan sudah dipersiapkan seperti batu dan lain-lain," ungkapnya.
Adapun pelaksanaan shalat Goib tersebut bertujuan untuk ketentraman Magelang pada umumnya.
@kominfomagelang Mengenakan baju adat, Pemerintah Kabupaten Magelang memperingati Hari Kartini Tahun 2026 dengan upacara di GOR Gemilang, Setda Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan talkshow bersama Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji serta dokter spesialis saraf dr. Adelyna Meilala sebagai narasumber utama. Selamat hari Kartini untuk semua perempuan hebat di Indonesia ✨
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar