BERITAMAGELANG.ID - Puluhan relawan Magelang dan Yogyakarta mengikuti sinau bareng Top Rescue Basic Medical First Responden (MFR) dan Hart/ Vertical Rescue. Kegiatan bertempat di SD Kanisius Sumberejo, Mertoyudan Kabupaten Magelang itu untuk meningkatkan kapasitas para relawan dalam evakuasi, pertolongan pertama di segala medan.
"Latihan bersama ini merupakan teknis penyelamatan lapangan atau mengingatkan kembali cara dan ilmunya bagi para relawan," kata Komandan SAR Kabupaten Magelang sekaligus salah satu inisiator kegiatan Heri Prawoto Senin (10/8/2020).
Peserta pelatihan sebanyak 50 orang perwakilan dari sejumlah komunitas relawan dari Kabupaten/Kota Magelang dan Yogyakarta. Sedangkan pemateri adalah anggota BASARNAS Jawa Tengah.
Heri menjelaskan, terdapat dua materi dalam pelatihan tersebut, yakni Basic Medical First Responden atau MFR adalah agar para relawan mampu menangani korban fraktur/patah tulang atau kecelakaan apa saja bisa ditangani. Materi ini merupkan dasar-dasar pertolongan.
Materi kedua adalah Hart Vertical Rescue tentang tali menali, juga bagaimana mengevakuasi korban di atas ketinggian dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Karena peserta sudah memiliki pengetahuan makan metode pelatihan adalah bimbingan teknis, dan penyegaran.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan para relawan dalam penanganan dilapangan biar tidak keliru, tidak menimbulkan perubahan pada korban itu," jelas Heri.
Heri menilai, sebagai daerah yang memiliki potensi bencana pelatihan terbatas bagi para relawan menjadi sangat penting mengingat potensi relawan sangat besar.
Wilayah kita, imbuhnya memang memiliki banyak personil relawan yang perlu adanya peningkatan dan sertifikasi. "Bukan hanya tahu tetapi dibekali dengan sertifikat atau piagam yang menerangkan bahwa dia pernah menjalani pelatihan seperti itu," ujar Heri.
Rencananya pelatihan teknis penyelamatan ini akan terus dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar