Ini Penyebab Harga Panen Sayuran Petani Gunung Merapi Merbabu Murah

Dilihat 6641 kali
Pedagang di pasar sayur Sewukan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Pasar sayur Agrobisnis Sewukan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang menjadi penyangga sayur di Jawa Tengah. Merosotnya harga saat musim hujan menjadi permasalahan klasik di pasar yang berada di lereng Gunung Merapi ini.


Setiap hari, menjelang siang, pasar Sewukan selalu sibuk, ramai pembeli, pedagang dan petani yang bertransaksi.


Dari pasar ini aneka sayuran yang berasal dari para petani wilayah lereng Gunung Merapi, Merbabu, dan Andong selalu melimpah setiap musimnya. Bahkan kala musim hujan pasokan sayur di pasar Sewukan semakin melimpah tak terbendung. Kondisi itu lantaran para petani tengah bersemangat menggarap lahan mereka, setelah melewati masa paceklik musim kemarau.


Melimpahnya hasil panen semua jenis sayuran itu tentu berdampak terhadap merosotnya harga.


Kepala Pasar Sewukan Sutrisno mengatakan untuk saat ini harga sawi putih di kisaran Rp 1.000/kg. Bahkan kalau barang kurang bagus hanya Rp 500/kilogramnya. Demikian pula buncis yang juga harganya turun hanya di kisaran Rp 1.000 hingga 1.500/kg. 


"Berbeda untuk cabai rawit yang saat ini harganya merangkak naik antara Rp 48.000 hingga 50.000/kg serta timun yang naik dari Rp 1.000 ke kisaran Rp 3.000/kg," kata Sutrisno, Selasa (14/01/2020).


Penyebab merosotnya harga di pasar Sewukan tersebut menurut Sutrisno akibat terjadinya panen bersamaan para petani setelah dilanda kemarau panjang. 


Ketika pasar sayur Sewukan menjadi tiang penyangganya adalah daerah lereng Gunung Merapi dan Merbabu, yang mana daerah daerah tegalan atau daerah gunung itu ketika musim penghujan datang mereka sudah mulai tanam, maka selang dari satu setengah bulan hingga dua bulan akan menjadi konfllik panen raya. 


"Hukum pasar berlaku ketika barang itu melimpah permintaan tetap atau bahkan permintaan berkurang maka harga turun, itu penyebabnya," jelasnya.


Ia mencontohkan, buah tomat saat musim kemarau harga turun dan naik di musim penghujan karena banyak yang busuk. Sementara sayuran yang produksi di dataran tinggi seperti sawi, buncis, atau cabai harganya cenderung turun di musim penghujan akibat pasokan langka. 


"Karena pada musim kemarau di daerah gunung yang bisa tumbuh hanya tomat namun saat ini kebalikan,” tegasnya.


Keberadaan pasar Sewukan selama ini menopang sayuran untuk sebagian wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bahkan dari hasil panen di Kabupaten Magelang ini para pedagang terbiasa mengirim cabai keluar daerah seperti Sumatera, dan Jakarta. Selain Pasar Sewukan, Kabupaten Magelang juga memiiki pasar sayur Ngablak yang berada di lereng Gunung Merbabu. Kesibukan pasar ini juga tak pernah sepi, transaksi sayuran keluar kota berlaku setiap hari. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Mengenakan pakaian adat Jawa, Pemerintah Kabupaten Magelang menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Setda Kabupaten Magelang, Sabtu (2/5/2026). Upacara dipimpin Wakil Mupati Magelang Sahid dan diikuti seluruh ASN secara langsung dan virtual melalui platform Zoom. Wabup mengatakan dalam momen hari pendidikan nasional ini Pemkab Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dari segi pembiayaan dan kesejahteraan guru. Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani pakta integritas seleksi penerimaan murid (SPMB) baru oleh wakil bupati Magelang, Forkopimda serta para kepala perangkat daerah terkait.

♬ original sound - kominfomagelang