BERITAMAGELANG.ID - Kepanikan melanda warga dua desa di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang ketika status Gunung Merapi naik di level Awas. Warga pun diungsikan ke sejumlah desa lain yang dianggap aman.
Kondisi tersebut, merupakan simulasi bencana Merapi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang pada Rabu (30/10/2019).
"Ini melatih terus, agar menjadi hati-hati. Masyarakat mengerti apa yang harus dilakukan saat erupsi terjadi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto.
Simulasi itu, lanjut Edy, merupakan rangkaian kegiatan Gladi Lapangan memantapkan program PASESO yakni Paseduluran Deso atau Desa Bersaudara. Dimana dalam program itu, dibutuhkan kerjasama antara desa terdampak bencana dan desa penyangga yang menjadi tempat pengungsian warga.
Simulasi kali ini melibatkan ratusan warga dari dua desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi seperti warga Desa Sengi Kecamatan Dukun yang mengungsi di Kantor Balai Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan. Sedangkan Desa Krinjing, Kecamatan Dukun warganya mengungsi di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan.
Keunggulan konsep Paseso ini, menurut Edy adalah melibatkan semua elemen yang ada. Selain itu, warga juga mengerti kapan mengungsi dan harus kemana.
"Untuk yang ditempati juga mengerti jumlah pengungsi, dan apa yang harus dilakukan. Jadi semua tertangani," papar Edy.
Dalam kegiatan simulasi kali ini BPBD Kabupaten Magelang berkerjasama dengan Sejumlah SKPD Propinsi Jawa Tengah, mengingat tiga Kabupaten yakni Klaten, Boyolali dan Magelang berada di zona bahaya erupsi Gunung Merapi.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah Syafrudin, penanganan bencana Gunung Merapi menuntut kerjasama lintas instansi. Karena tidak hanya fokus penanganan pengungsi saja namun juga ada pembenahan infrastruktur kesehatan, ternak dan sosial masyarakatnya.
"Kita saat ini memetakan untuk penanganan bencana dengan melibatkan Dinas Peternakan, Sosial Kesehatan, Bina Marga, dan Kominfo," kata dia.
Secara geografis wilayah Jawa Tengah memiliki semua potensi bencana, seperti tsunami, longsor dan banjir.
Menurutnya, Program Paseso Merapi Kabupaten Magelang sangat luar biasa dan efektif dalam mengatasi permasalahan kemanusiaan sehingga akan diterapkan pada daerah lain, dengan sedikit inovasi.
"Sangat mungkin ditiru, diamati dan dimodifikasi disesuaikan dengan ancaman bahaya bencana daerah itu," terang Syafrudin.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar