BERITAMAGELANG.ID - Letusan Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) pagi mengeluarkan suara gemuruh dan gempa yang dirasakan di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.
"Gembludug (bergemuruh) suaranya. Getaran hanya sebentar saat jebluk (letusannya)," ujar Sujilah (53) salah satu warga yang berada di sekitar PGM Ngepos, Selasa (3/3/2020).
Saat letusan terjadi pukul 05.22 WIB, kondisi di depan PGM Ngepos sedang ramai karena bertepatan dengan hari digelarnya pasar tradisional Pon sesuai penanggalan Jawa.
Sujilah merupakan pedagang ikan yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar tradisional lereng Merapi tersebut.
Ia mengaku tidak khawatir apalagi panik. Demikian pula warga lain yang tetap beraktivitas seperti biasa.
Bagi Sujilah erupsi Merapi saat ini relatif kecil dan tidak bahaya.
"Biasa saja, tidak khawatir karena kecil letusannya," ujarnya.
Demikian pula, dikatakan Alzwar Nurmanaji, petugas PGM Ngepos yang berjaga saat erupsi itu terjadi. Menurutnya, visual Merapi saat itu terlihat jelas dari tower pengamatan yang ada di halaman Pos Ngepos.
"Cuaca di sekitarnya cerah, suara gemuruh hanya sebentar disertai goncangan," ujar Alzwar seraya menambahkan wilayah lereng barat Kabupaten Magelang masih aman, tidak ada laporan hujan abu vulkanik.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) letusan merapi kali ini terjadi pukul 05.22 WIB, dengan durasi dua menit. Tinggi kolom asap mencapai 6.000 meter yang mengarah utara kali gendol. Tercatat di seismograf amplitudo 75 milimeter, dan durasi 450 detik.
Awan panas guguran itu juga disertai luncuran material ke hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal dua kilometer.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus waspada sejak 21 Mei 2018. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Merapi.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar