BERITAMAGELANG.ID - Komoditas Temulawak sebagai tanaman bahan baku pembuatan jamu, cukup menarik minat para petani di Desa Kalirejo Salaman.
Salah satu pengolah tanaman jamu Temulawak di Dusun Kobar Satu, Desa Kalirejo Kecamatan Salaman, Jaetun, mengatakan, dirinya sudah 20 tahun menggeluti pengolahan Temulawak.
Namun sebatas pengolahan awal, yaitu mulai dari perajangan umbi Temulawak hingga penjemuran.
"Terdapat dua jenis pengeringan Temulawak, dengan cara dijemur di bawah sinar Matahari, atau di-oven," ujar Jaetun.
Harga temulawak yang di-oven Rp 7.000 per kilogram, sementara yang dijemur matahari Rp 6.000 per kilogram.
Setelah kering, rajangan Temulawak tersebut akan disetorkan ke pabrik jamu di Purworejo, untuk diolah menjadi beragam jamu.
"Khasiatnya bagus untuk nafsu makan, memelihara kondisi liver dan lain-lain. Dari dulu setor Temulawak rajangan kering ke Purworejo, karena di Magelang tidak ada permintaan," ungkapnya.
Sekdes Kalirejo, Solikhin, menuturkan, di wilayahnya terdapat banyak warga yang melakukan kegiatan perajangan dan pengeringan Temulawak, dan terdapat lima pengepul bahan baku jamu tersebut.
"Potensinya sangat bagus di sini, Temulawak tumbuh baik di bawah pepohonan di perbukitan.
Selain itu juga terdapat potensi lainnya, seperti Kambing Etawa, yang berkembang dengan baik di Desa Kalirejo," kata Solikhin.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar