Perjalanan Panjang dan Eksistensi Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang

Dilihat 2197 kali

BERITAMAGELANG.ID - Para pecinta kopi wajib merasakan Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang yang memiliki cita rasa khas dan dominan. Kopi yang dikelola bersama oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang mencakup wilayah penghasil kopi seperti Kecamatan Grabag, Ngablak, Sawangan, Pakis, Dukun, Windusari, Kaliangkrik, dan Kajoran.


Dari hasil uji yang dilakukan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember menunjukkan cita rasa khas Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang memiliki specialty grade dengan nilai 84,00 sampai 88,50. Cita rasa khas yang ada antara lain karamel, madu, rempah, fruity, herbal, kacang, floral, flowery, sweet potato, natural, dan lemony, serta sebagian kecil chocolaty dan vanilla.


"Banyaknya ragam cita rasa dapat memanjakan para penikmat kopi," kata Ketua MPIG Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang, Istanto saat ditemui beberapa hari ini.


Istanto mengungkapkan proses pengakuan kopi tidak mudah. 


"Awal dibentuk dengan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan, serta Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang melakukan uji kualitas kopi tahun 2019 di Puslitkoka Jember," jelas Istanto.


"Kebetulan masuk covid sehingga proses sempat terhenti baru setelah itu sertifikat keluar dan kita ajukan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," lanjutnya.


Akhirnya, perjuangan pun terbayarkan, tepat 3 Agustus 2023 sertifikat perlindungan kekayaan intelektual Indikasi Geografis Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang.


Terbitnya sertifikasi ini menunjukkan ciri khas keaslian produk lokal pertanian yang sudah diakui dan mendapatkan perlindungan hukum sehingga tidak bisa ditiru oleh daerah lain.


"Selain itu terbitnya sertifikat dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang dan harga jualnya juga semakin tinggi," ujar Istanto 


Dirinya berharap ke depan lebih banyak support, baik itu pengembangan produk ataupun varietas tanaman kopi karena saat ini belum seluruhnya dapat tertanami.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang