BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang telah mengimplementasikan Trisula PAD (Transformasi Integrasi dan Sinergi Data Usaha untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah) sebagai inovasi digital dalam mendukung optimalisasi penggalian potensi pajak daerah melalui integrasi data lintas perangkat daerah.
Aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Magelang pada 17 Juli 2026 dan kini telah digunakan sebagai sarana kolaborasi antarperangkat daerah dalam pengelolaan data perpajakan daerah.
Sejak diimplementasikan, Trisula PAD telah berhasil mengintegrasikan data perizinan Online Single Submission (OSS), data Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta data perpajakan daerah ke dalam satu sistem yang saling terhubung. Integrasi tersebut mendukung proses identifikasi potensi pajak, pendataan wajib pajak, pemutakhiran basis data perpajakan, hingga pengawasan objek pajak secara lebih cepat, akurat, efektif, dan berkelanjutan.
Saat ini, aplikasi Trisula PAD telah dapat diakses oleh BPPKAD, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PK) sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Melalui sistem ini, setiap perangkat daerah dapat melakukan pertukaran data, pemutakhiran informasi, validasi, serta tindak lanjut hasil pendataan secara terintegrasi sehingga koordinasi dalam optimalisasi pajak daerah menjadi lebih efektif.
Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, M. Taufiq Hidayat Yahya menjelaskan, inovasi ini akan mengintegrasikan data lintas perangkat daerah, seperti data perizinan OSS, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan data perpajakan daerah dalam satu sistem yang terhubung untuk mendukung pendataan, pengawasan, serta penggalian potensi pajak daerah secara lebih akurat, efektif, dan berkelanjutan.
"Melalui Trisula PAD sinergi antarperangkat daerah semakin kuat sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Magelang," paparnya.
Taufiq menambahkan, optimalisasi pendapatan daerah memerlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
"Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan cara pandang bahwa optimalisasi pendapatan daerah bukan hanya menjadi tugas perangkat daerah tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah sesuai kewenangan, potensi, dan layanan yang dimiliki," pesannya.
Melalui implementasi Trisula PAD, Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam pengelolaan potensi pajak. Integrasi data OSS, PBG, dan data perpajakan daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas basis data perpajakan, mempercepat identifikasi wajib pajak dan objek pajak baru, mendukung pengawasan yang lebih efektif, serta menjadi fondasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar