Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri panen madu lanceng di Kecamatan Candimulyo Magelang, Rabu (31/01).
Ganjar mengatakan, potensi hutan berupa obyek wisata alam, air, dan udara bersih harus diberdayakan oleh masyarakat sekitarnya, sehingga sadar akan potensi hutan sesungguhnya bagi kehidupan.
''Dengan modal 15 juta dapat membuat 100 kotak rumah tawon lanceng, untuk permodalan Bank Jateng siap memfasilitasi,'' ujarnya.
Ganjar menambahkan, selain dikonsumsi, madu lanceng juga dapat dibuat menjadi propolis yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Propolis juga bisa menjadi industri rumah tangga.
Dalam kesempatan itu Ketua Kelompok Tani Gubug Lanceng, Muh Haris menjelaskan, petani madu lanceng memiliki 100 rumah tawon yang masing-masing mampu memanen 150 cc madu dalam jangka waktu satu sampai dengan tiga bulan dengan harga Rp. 60.000,-. Maka jika seorang petani madu lanceng memiliki 100 rumah tawon, ia dapat meraup penghasilan hingga Rp. 6.000.000,-.
''Budidaya tawon madu lanceng "Kelompok Tani Gubug Lanceng", sebagai alternatif upaya peningkatan perekonomian masyarakat sekitar hutan," ungkapnya.
Sementara itu Kapolsek Candimulyo AKP Suharto di tengah-tengah memimpin pengamanan kunjungan tersebut mengatakan, Polsek Candimulyo berkomitmen untuk tetap mengamankan setiap kegiatan masyarakat.
''Dengan adanya budidaya madu ini kami akan selalu koordinasi dengan kelompok tani yang ada untuk meningkatkan keamanannya,'' tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut sebanyak 135 peserta menerima Piagam Pelatihan Pengembangan Madu Lanceng, juga sertifikat bimtek latihan budidaya lebah madu, panen madu lanceng.
Turut hadir mendampingi Gubernur, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Tri Agung Sucahyono, Forkompincam Candimulyo, para Penyuluh Kehutanan Kabupaten Magelang dan Temanggung , tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari Kabupaten Temanggung, Purworejo dan Magelang.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar