Dinsos PPKB PPPA Gelar Peningkatan Kapasitas Ratusan Remaja Kabupaten Magelang

Dilihat 456 kali

BERITAMAGELANG.ID - Salah satu kunci keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah pembangunan bidang sumber daya manusia. Komposisi remaja yang ada di Kabupaten Magelang saat ini sangat besar dan cukup dominan yaitu sebesar 23 persen.


Hal itu disampaikan oleh Bunda Genre Kabupaten Magelang, Christanti Handayani Zaenal Arifin saat memberikan arahan dan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Remaja dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Magelang, oleh Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, di GOR Gemilang Komplek Setda Kabupaten Magelang, Kamis (16/11/2023).


"Dengan komposisi ini, tentunya akan terjadi bonus demografi nantinya di tahun 2045. Maka dari itu perhatian terhadap anak-anak yang dilakukan saat ini adala untuk mempersiapkan menikmati bonus demografi, atau sebaliknya malah menjadi jebakan demografi," kata Christanti.


Menurutnya, kondisi ini menjadi tugas bersama untuk membekali diri dengan wawasan, pengetahuan pernikahan dini, pengetahuan reproduksi dan kesehatan agar perencanaan dapat berjalan secara optimal.


"Peran keluarga sangat penting mengingat fungsi keluarga yang begitu besar. Untuk itu saya berpesan mari kita manfaatkan usia dini dengan perencanaan yang baik, mempersiapkan diri dengan nilai moral keagamaan," ajaknya.


Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi menyampaikan, kegiatan Peningkatan Kapasitas Remaja dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Dini dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Magelang perlu dilakukan mengingat remaja merupakan calon pasangan yang akan berkeluarga dan calon orang tua sehingga perlu perencanaan dan kesiapan yang matang.


"Jika kita lihat data masih banyak permohonan dispensasi nikah dengan rata-rata usia 15 - 18 tahun dan tingkat pendidikan SMP, tentunya masih kurang kematangan emosinya, sosialnya, pengetahuan hak dan kewajibannya dan masih banyak lagi," kata Bela.


Menurut Bela, program penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial namun harus dilakukan secara konvergen dan gotong-royong dengan mensinergikan program lintas sektor termasuk Tim Penggerak PKK.


"Kita ingin memberikan wawasan pengetahuan kepada remaja terkait dengan pentingnya pendewasaan usia perkawinan. Selain itu program penurunan stunting juga terus kita Kampanyekan serta menyiapkan Generasi Berencana yang berkualitas," imbuh Bela.


Dalam kegiatan tersebut, peserta yang merupakan sebanyak 300 anak usia remaja mendapatkan materi yang dipaparkan materi oleh Bunda Genre Kabupaten Magelang, materi gizi seimbang materi pendewasaan usia perkawinan oleh penulis dan aktivis peduli perempuan dan anak, Kalis Mardiasih.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar