BERITAMAGELANG.ID - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, membenarkan Gunung Merapi telah kembali mengalami letusan pagi tadi. Kendati demikian, dari data yang telah dihimpun warga masih berada di rumahnya masing-masing.
"Sampai saat ini belum ada warga yang diungsikan, dan belum ada dampaknya dari letusan Gunung Merapi pagi tadi," ungkap Edy saat dikonfirmasi.
Dalam kesempatan yang sama, Edy juga mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi untuk tidak panik dan terus waspada. Apabila sekiranya nanti memang perlu adanya pengungsian warga, pihak BPBD Kabupaten Magelang akan memberikan informasi dan arahan lebih lanjut.
"Karena dampaknya belum ada, maka belum ada warga yang diungsikan. Kami akan selalu memantau dan memberikan informasi kepada warga. Yang paling penting tidak usah panik," pungkas Edy.
Warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi sempat dikagetkan dengan suara gemuruh yang berasal dari Gunung aktif tersebut. Hal ini disebabkan karena Gunung Merapi telah mengalami erupsi pagi tadi, Selasa (3/3/2020) sekira pukul 05.22 WIB.
Melansir akun twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, erupsi terjadi dengan amplitudo 75 mm selama atau dengan durasi 450 detik/second. Erupsi atau letusan tersebut telah memunculkan kolom abu setinggi kurang lebih 6.000 meter dari kawah gunung dan awan panas guguran ke arah hulu Gendol dengan jarak maksimal 2 Km.
Sementara kolom abu disertai petir yang menyambar-nyambar juga terlihat dari wilayah Dukuh Mlambong, Desa Sruni, masuk Kecamatan Boyolali. Warga sempat keluar rumah dan mengamati kondisi Gunung Merapi.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar