Ini Pesan Ganjar Pranowo Saat Simulasi New Normal Candi Borobudur

Dilihat 2573 kali
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Magelang, Zaenal Arifin, dan Dirut PT TWCB, Edy Setijono saat melakukan simulasi New Normal di Candi Borobudur

BERITAMAGELANG.ID - Taman Wisata Candi (TWC) menggelar simulasi penerapan New Normal di Candi Borobudur, Rabu (10/6/2020).


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpesan agar para petugas TWC senantiasa mengingatkan pengunjung Candi Borobudur tetap mematuhi protokol Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan baik sesudah maupun sebelum ke Candi Borobudur.


"Dengan langkah yang sudah disiapkan TWC ini kita harapkan nanti pariwisata khususnya yang di Candi Borobudur betul-betul siap. Mohon maaf kalau nanti kita belum bisa membuka dalam kapasitas besar, namun kita akan uji coba dari awal sehingga bisa menyiapkan SOP atau protokol kesehatan yang baik, aman dan tidak ada potensi penularan," ujar Ganjar.


Bupati Magelang Zaenal Arifin menambahkan, pihaknya sedang mempersiapkan standar kenormalan baru (New Normal) dalam minggu ini. Menurutnya ada tujuh point yang harus dipersiapkan dan dipenuhi. 


"Tentunya kita juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk menentukan mana yang zona merah, zona hijau, atau zona kuning. Dari situlah kita nanti bisa mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan aktivitas, tentunya dalam jumlah yang terbatas," jelas Zaenal.


“Jadi tugas kami saat ini mempersiapkan protokol untuk kepentingan pelayanan publik," imbuh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.


Menurut Edy, beberapa hal utama harus diperhatikan dalam penyusunan protokol terkait sistem dan fasilitas. 


"Sistem layanan sudah kita persiapkan mengikuti prosedur protokol publik dan penyiapan fasilitas-fasilitasnya. Dua hal ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan yang prima kepada pelanggan khususnya kepada wisatawan, bagaimana wisatawan yang hadir di destinasi kita bisa merasa aman sesuai dengan protokol yang ada," terang Edy.


Lanjut Edy, dalam tahap awal akan ada pembatasan pengunjung di Candi Borobudur (maksimal 50 persen). Kendati demikian, pembatasan tersebut akan dilakukan mulai dari 20 persen, 30 persen dan seterusnya. 


"Paling banyak sekitar 5.000 pengunjung, itu sudah paling banyak untuk tahapan awal. Karena kita harus melakukan uji coba betul, karena fokusnya adalah pengamanan kesehatan. Untuk mulainya kapan kita masih menunggu izin dari Gubernur dan Bupati, karena beliau saat ini sedang melakukan evaluasi," ujarnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang