BERITAMAGELANG.ID - Banyak komunitas yang bergerak di bidang sosial, salah satunya Komunitas Indonesia Escorting Ambulans (IEA) Magelang Raya, yang terbentuk pada 2018. Komunitas tersebut mengkhususkan diri pada kegiatan sosial pengawalan mobil ambulans dalam keadaan darurat.
Komunitas ini mempunyai struktur organisasi mulai dari Pusat Jakarta hingga ke daerah, termasuk Magelang Raya.
âAwal berdirinya karena keprihatinan kami melihat langsung kendaraan ambulans banyak menemui kendala saat dalam keadaan darurat. Sehingga kami mencoba untuk membantu pengawalan hingga ke rumah sakit dengan sukarela," ucap salah satu anggota aktif Komunitas IEA Magelang Raya, Nur Widhi Setyabudi, warga Giritengah Borobudur Magelang, Rabu (5/5/2021).
Widhi menjelaskan anggota IEA Magelang Raya tersebar di seluruh wilayah Magelang. Dengan 14 anggota aktif yang terbiasa mengawal ambulans setiap saat langsung di jalan raya.
"Banyak juga kejadian mendadak melihat ambulans di jalan kemudian anggota kami memberikan kode kepada pengemudi ambulans untuk memberikan pengawalan.
Kalau tidak mendadak, biasanya menggunakan formasi dua sepeda motor di depan sebagai pembuka jalan, dan tiga sepeda motor di belakang ambulans," terang Widhi.
Berkaitan dengan resiko pengawalan, anggota IEA Magelang Raya, juga dibekali dengan pelatihan safety riding dan pertolongan pertama pada kecelakaan, yang dilakukan secara berkala.
"Oleh karenanya dalam pengawalan ambulans, anggota kami harus tetap menghargai kendaraan lainnya, melakukan pembukaan jalan dengan sopan, agar jalan menjadi terbuka dan kendaraan ambulans dapat melaju lancar hingga ke rumah sakit yang dituju.
Kalau dalam keadaan biasa, mengantar pasien rujukan, biasanya pengawalan dilakukan pada kecepatan 70-80 km/jam, kalau ambulance mengangkut pasien darurat maka kecepatan bisa melebihi kecepatan tadi," papar Widhi.
Ketua IEA Magelang Raya, Agus Hasanudin, mengatakan, selain pengawalan ambulans, komunitas tersebut juga ikut dalam Pospam arus mudik/hari besar, kebencanaan, dan Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD).
"Untuk kegiatan pengawalan ambulans dari pusat ada asuransi untuk anggota sedang dalam proses," tutur Agus, warga Kijingsari Wetan 02/01, Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar