Mengharukan, Bocah 10 Tahun Sendirian Rawat Ibunya di Rumah Sakit

Dilihat 4156 kali
Rayyan (10 th) menjadi viral di media sosial karena merawat sendirian ibunya di rumah sakit

BERITAMAGELANG.ID - Seorang anak berumur 10 tahun di Magelang Jawa Tengah menjadi viral di media sosial lantaran kisahnya menyentuh hati. Ia berjuang merawat ibunya sendirian di rumah sakit. Bahkan sang anak merelakan dirinya tidak bersekolah karena tidak ada orang lain yang bisa merawat ibunya yang tengah mengalami sakit gagal ginjal.


Al Rayyan Dziki Nugraha, umurnya baru 10 tahun, tapi tampak tegar menjalani rutinitasnya di bangsal Gladiol, Rumah Sakit Umum Daerah Tidar, Kota Magelang Jawa Tengah. Sesekali Rayyan mendekati ibunya untuk sekedar memeluk dan melihat kondisi sang ibu yang hanya terbaring lemah.


Rayyan dan ibunya Ani Supriyati (40 th) tercatat sebagai warga Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Namun, karena himpitan ekonomi, ibu dan anak itu tinggal berpindah-pindah dari kontrakan satu ke lainnya. Sementara suami Ani yang juga ayah Rayyan, telah lama pergi tanpa kabar semenjak Rayyan masih sangat kecil yakni berumur 7 bulan. Sebelum sakit Ani mencari nafkah sebagai penjual keliling jajanan anak.


"Ibu sakit gagal ginjal dan sudah empat kali masuk rumah sakit," ujar Rayyan, saat ditemui beritamagelang.id di bangsal rumah sakit RSUD Tidar.


Meski demikian, Rayyan tetap bersemangat menjalani hidup selama ibunya di rumah sakit, ia juga harus rela kehilangan waktu bersekolah dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Selama 24 jam ia menunggui ibunya yang terbaring sakit karena gagal ginjal dan diabetes.


Rayyan biasa membantu ibunya bergerak, memandikan, menyuapi, hingga menemani sang ibu tidur di bawah ranjang rumah sakit. Untuk makan saat ini Rayyan sudah tercukupi. Ia mendapat bantuan dari para perawat, dermawan dan warga.


Ketulusan dan kasih sayang anak inilah yang membuat Any Supriyati semakin tabah terus berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ani Suriyati masuk ke rumah sakit setelah dibantu para tetangga kontrakannya.


"Hanya Rayyan yang selama ini telaten menemani saya di rumah sakit," ungkap Ani.


Tidak hanya mengorbankan sekolah dan waktu bermain, Rayyan juga menolak saat akan diasuh neneknya dan lebih memilih merawat ibunya. Rayyan juga harus membagi waktu untuk belajar dengan gurunya saat teman-teman sekolahnya bisa berlibur.


Berempati atas perjuangan Rayyan, seorang tenaga medis di RSUD Tidar mengunggah foto Rayyan dan ibunya ke media sosial. Foto tersebut kemudian menjadi perbincangan netizen, kisah siswa kelas III SDN 3 Mertoyudan ini pun mendadak viral.


Any supriyati diketahui sudah 4 bulan ini keluar masuk rumah sakit lantaran harus rutin cuci darah.


"Semua biaya ditanggung oleh BPJS mandiri kelas 3," ungkap Nasrudin Kabid Keperawatan RSUD Tidar Kota Magelang.

Tidak hanya banyak warga yang datang membantu dan memberi empati kepada perjuangan bocah 10 tahun itu, beberapa waktu lalu Pjs. Bupati Magelang Tavip Supriyanto bersama Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo juga menyempatkan diri datang ke Bangsal Gladiol RSUD Tidar untuk bertemu dengan bocah tegar Rayyan Dzikki Nugraha.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar