Pemerintah Kabupaten Magelang Gelar Gerakan Pangan Murah

Dilihat 1855 kali
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi membuka Gerakan Pangan Murah bertempat di Kecamatan Tempuran

BERITAMAGELANG.ID- Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Magelang berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Tempuran, Kamis (25/5/2023).

Bupati Magelang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memfasilitasi sekaligus menjadikan Kabupaten Magelang, khususnya Kecamatan Tempuran ini dipilih menjadi tempat diselenggarakannya Gerakan Pangan Murah (GPM)

"Semoga gerakan pangan murah ini tidak hanya bersifat insidental namun dapat dilakukan secara rutin, memberikan manfaat positif bagi warga Kabupaten Magelang khususnya dalam upaya menekan angka inflasi akibat kenaikan kebutuhan bahan pokok," kata Nanda.

Nanda menyampaikan, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengamanatkan pada Pasal 13 bahwa Pemerintah berkewajiban mengelola stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, mengelola cadangan pangan pokok pemerintah dan distribusi pangan pokok untuk mewujudkan kecukupan pangan pokok yang aman dan bergizi bagi masyarakat.

Selaras dengan peraturan tesebut, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pertanian dan Pangan telah melakukan Gerakan Pangan Murah pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin, dengan melibatkan beberapa stakeholder seperti Bulog, Gapoktan/Poktan, Pinsar Petelur Nasional (PPN) Magelang dan yang lainnya.

Bahkan pada komoditas cabe, Kabupaten Magelang telah melaksanakan Rumah Lelang Cabe, yang mana Rumah Lelang Cabe ini merupakan sebuah tempat atau titik kumpul yang telah disepakati oleh kelompok tani, dengan tujuan agar para petani bisa mendapatkan harga yang maksimal sesuai dengan harga pasar tanpa ada permainan dari tengkulak.

"Kami sampaikan juga bahwa Kabupaten Magelang menjadi salah satu sentra hortikultura yang mengalami surplus hasil panen cabe, sehingga pada saat harga cabe melambung tinggi, Kabupaten Magelang menjadi penyangga stok cabai untuk Kabupaten dan Provinsi lain," bebernya.

Ia berharap, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan ini, bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan sasaran lokasi di pedesaan, sehingga betul-betul bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Adapun barang kebutuhan pokok yang dijual pada kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diantaranya, beras Rp 49.000/5 kg, gula pasir Rp 13.500/kg, cabai Rp 30.000/kg, telur 27.000/kg, bawang putih Rp 31.000/kg, minyak goreng Rp 13.500/liter, tepung terigu Rp 12.000/kg, daging ayam Rp 32.000/kg dan bawang merah Rp 34.000/kg.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari menyampaikan, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah mengadakan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Magelang karena melihat perkembangan pantauan atas indeks harga konsumen yang dihitung oleh BPS tertinggi di Jawa Tengah untuk komoditas telur, beras dan bawang merah.

"Maka upaya ini (gerakan pangan murah) sebagai pengendali atas situasi tersebut," ungkap Dyah.

Lebih lanjut Dyah menyebutkan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah telah menggelontorkan sebanyak 5 ton untuk beras, 200 kg gula, 200 kardus minyak goreng, 1 ton telur ayam, 200 kg cabai, 400 kg bawang merah dan bawang putih 200 kg pada kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut.

"Selain itu, pada Gerakan Pangan Murah ini juga ada pengenalan UMKM setempat, lalu ada kegiatan senam bersama dan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat," papar Dyah.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar