Pemkab Magelang Dorong Petani Kopi Tingkatkan Produktivitas

Dilihat 1613 kali
Tingkatkan nilai kopi, para petani kopi Kabupaten Magelang ikuti Bimtek Optimalisasi Potensi Perkebunan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perkebunan

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong para petani kopi di wilayah Kabupaten Magelang untuk meningkatkan nilai kopi, sehingga peluang ekspor semakin tinggi.


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mendorong petani kopi meningkatkan produktivitas tanaman agar memiliki mutu tinggi. 


"Mendidik petani kopi, memetakan potensi ekspor kopi dari wilayah Kabupaten Magelang, karena potensi ekspor kopi tersebut sangat luar biasa," kata Romza dalam acara Bimtek Optimalisasi Potensi Perkebunan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perkebunan bekerja sama dengan anggota Komisi IV DPR RI di Wisma Sejahtera Magelang, Kamis (4/5/2023).


Lebih lanjut Romza mengatakan, peluang ekspor kopi dari wilayah Kabupaten Magelang sangat potensial, karena wilayah Kabupaten Magelang sebagian besar dinilai cocok untuk tanaman kopi, khususnya kopi arabika yang bisa hidup di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut.


Selain itu, menurut Romza, permintaan pasar domestik maupun pasar ekspor untuk komoditas kopi juga semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan yang sehat dan aman.


Hal itu, seiring dengan beralihnya konsumsi makanan dan minuman instan dan beralih ke produk makanan dan minuman yang asli termasuk kopi.


"Maka Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi produk perkebunan," jelasnya.


Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan grand design pertanian.


"Selain itu, kami mengajak peran dan sinergitas antar pemangku kebijakan untuk mendorong ekspor produk pertanian di Indonesia," ungkap Vita.


Ia menambahkan, bimtek tersebut mencakup upaya optimalisasi potensi pertanian, salah satunya melalui pengembangan kawasan dan ditata sedemikian rupa agar mampu menjawab tantangan dan peluang pasar ekspor dunia.


Vita mengatakan, kopi sebagai salah satu produk agroindustri pangan yang digemari oleh masyarakat. Keberadaan kopi sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari. 


"Tidak hanya sekedar minum kopi, kopi sudah menjadi budaya atau kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat baik di dalam negeri maupun mancanegara," ujarnya.


Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan Kementrian Pertanian Prayudi Syamsuri menegaskan semua wilayah Indonesia memiliki potensi kopi spesial, dengan citarasa yang khas. Karena setiap wilayah kondisi alam dan iklim berbeda sehingga sangat istimewa.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar