Pos Anyar Samawa, Program Inovasi Dinkes Tangani Kesehatan Jiwa

Dilihat 28 kali
Kegiatan pos jiwa oleh kader kesehatan didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas di Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat melalui program Pos Anyar Samawa (Pos Layanan Masyarakat Desa untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Jiwa).

Saat ini, terdapat empat Pos Anyar Samawa yang dikembangkan di Kabupaten Magelang, yakni di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan; Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan; Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang; serta Desa Pasuruhan, Kecamatan Mungkid.


Program inovasi tersebut diluncurkan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Peluncuran dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi.

Bela mengatakan, Pos Anyar Samawa diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya dalam lingkungan yang suportif.


"Pos pelayanan kesehatan jiwa masyarakat bertujuan mewujudkan masyarakat yang sehat jiwa, produktif, dan berdaya dalam lingkungan yang suportif, sehingga mempunyai kualitas hidup yang lebih baik," kata Bela.


Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi inovasi dalam gerakan PKK Gres Sejiwa, yakni gerakan pemberdayaan keluarga yang berfokus pada deteksi dini, pendampingan, edukasi, hingga rujukan bagi masyarakat yang memiliki risiko maupun mengalami gangguan kesehatan jiwa.


Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Magelang, dr. Devinta Arieningtyas, mengatakan Gerakan Gres Sejiwa berawal dari keberhasilan Posyandu Waluyo Jiwo di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan. Program tersebut kemudian dikembangkan menjadi inovasi di tingkat Kabupaten Magelang.


Melalui inovasi ini, kader PKK dilibatkan secara aktif dalam pendataan, edukasi kepada keluarga, kunjungan rumah, pemantauan kepatuhan minum obat, hingga menjadi penghubung antara keluarga dengan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.


"Keberhasilan penanganan kesehatan jiwa sangat bergantung pada keterlibatan keluarga dan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara PKK, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama," jelas Devinta, Jumat (25/9/2026).


Devinta menambahkan, pembangunan kesehatan jiwa merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.


Upaya tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Magelang yang tertuang dalam Sapta Cipta ke-2, Sehat Wargane. Salah satunya dilakukan dengan meningkatkan layanan kesehatan jiwa melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.


Layanan Pos Anyar Samawa merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa atau kelurahan, puskesmas, PKK, dan kader kesehatan. Dalam pelaksanaannya, kader kesehatan memberikan layanan dengan pendampingan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.


"Sasaran dari program inovasi ini adalah masyarakat secara umum, ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) berat, ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), serta caregiver atau pendamping pasien," terang Devinta.


Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi upaya promotif berupa penyuluhan kesehatan jiwa kepada masyarakat umum dan kegiatan preventif melalui deteksi dini.


Selain itu, dilakukan kegiatan rehabilitatif berupa pemberian konseling serta kegiatan pemberdayaan melalui pembuatan kerajinan bagi klien dan caregiver. Pemantauan tingkat kemandirian klien juga menjadi bagian dari layanan yang diberikan.


Melalui Pos Anyar Samawa, Dinkes Kabupaten Magelang mendorong agar pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika seseorang mengalami gangguan, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, rehabilitatif, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang