BERITAMAGELANG.ID - Kepala Subdit Kurikulum, Direktorat Pembinaan SMK, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Mochamad Widiyanto, S.Pd., MT., mengatakan salah satu cara memberi kepercayaan dan penghargaan kepada siswa SMK adalah dengan menggunakan produk atau hasil karya siswa SMK tersebut.
"Bapak ibu guru kalau servis kendaraan ya di siswanya yang jurusan otomotif, termasuk kalau mau membeli meubel ya membeli hasil karya siswa SMK jurusan funiture. Dengan demikian selain menghargai, kita juga menaruh kepercayaan terhadap produk hasil karya siswa SMK. Produk siswa SMK tidak kalah berkualitas," ujar Widiyanto saat membuka pameran SMK Pangudi Luhur Expo, Jumat (19/10).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 19 dan 20 Oktober ini merupakan hasil kerjasama SMK Pangudi Luhur Muntilan dan Komunitas Festival Tlatah Bocah 12. Bertempat di sekolah tersebut, dengan mengusung tema 'Tanggap Ing Sasmita, Wasis Ing Budaya'.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubag Tata Usaha Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Propinsi Jateng, Prihestu Hartomo, mengungkapkan, saat ini anggaran untuk SMK sangat diperhatikan pemerintah.
"Jangan takut sekolah di SMK, meskipun banyak prakteknya namun biayanya terjangkau karena dibantu anggaran dari pemerintah. Termasuk bantuan gedung sekolah SMK, guna mendukung kegiatan pembelajaran di SMK," papar Prihestu dalam pidato sambutannya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Petrus Wahyu Hartono Jati mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut telah dilaksanakan mulai awal pekan ini.
"Banyak kegiatan, mulai dari perekaman E-KTP bagi siswa yang usianya 17 tahun, bekerja sama dengan Disdukcapil Kabupaten Magelang. Servis gratis kendaraan bermotor dan sebagai puncaknya adalah Expo Pameran SMK Pangudi Luhur selama dua hari Jumat-Sabtu ini," terang Petrus.
Dalam kegiatan itu digelar beragam stand yang berisi produk dari jurusan sekolah tersebut, yaitu jurusan teknik mesin, teknik otomotif, teknik arsitektur dan teknik furniture.
"Selain itu dalam pameran ini juga diselingi dengan penampilan berbagai tarian tradisional. Yang bertujuan agar kita tidak melupakan budaya lokal, khususnya untuk generasi muda harus turut melestarikan, sesuai dengan tema kegiatan ini Tanggap Ing Sasmita, Wasis Ing Budaya," tutup Petrus.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar