Rompi Anyaman Janur Warnai Blondo Carnival 2023

Dilihat 1115 kali
Replika burung merak dan rimpi anyaman janur warnai Blondo Carnival 2023.

BERITAMAGELANG.ID - Memanfaatkan bahan alami untuk aksesoris berupa rompi berbahan anyaman janur kuning dan hijau, menarik perhatian masyarakat yang melintas jalan Yogyakarta-Magelang, saat menyaksikan Blondo Carnival 2023 dalam Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 78 Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (20/08/2023).

Selain anyaman janur, juga daun palem juga untuk aksesoris menyerupai sayap yang ditaruh dipunggug peserta menggunakan rompi janur. Begitu juga replika burung ukuran besar seperti ogoh-ogoh berbentuk burung merak yang bersayap dan berekor indah tersebut,  dipanggul puluhan orang terus menari disepanjang jalan yang dilalui, dan itu sebagai bentuk kreatifitas.

Rompi anyaman janur kelapa sedemikian rupa, membuat para ibu menjadi sosok yang berbeda. Dengan kompak dan lincah mereka menari-nari didepan ogoh-ogoh berbentuk burung merak yang tajam memandang ke arah peserta. Selain itu, ada juga replika kereta kencana "Nyi Roro Kidul" mengendarai Ogoh-ogoh Kuda ukuran raksasa membuat suasana menjadi mistis dan penuh pesona.

Kepala Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Magelang, Aan Suharno mengatakan, seluruh masyarakat Desa Blondo mengikuti kegiatan ini. Baik itu mereka mewakili dusun, instansi maupun pribadi. Semuanya terlibat untuk memperingatkan HUT ke 78 Kemerdekaan RI.

"Ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam memperingati Kemerdekaan, setelah Oandemu Covid - 19 usai," kata Kepala Desa Blondo, Aan Sudarno di Panggung Kehormatan yang berada di Start Point Rafting Sungai Elo, Dusun Pare Desa Blondo.

Menurut Aan, jika Desa Blondo memiliki sebanyak 12 Dusun yang menjadi peserta Blondo Carnival 2023 dengan masing-masing kreasi setiap dusun. Dirinya menilai antusias dari masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat tinggi dan kompak.

"Walaupun masyarakat tidak disupport secara materi, namun kreatifitas dan antusiasme mereka sangat tinggi, luar biasa," lanjutnya.

Menurutnya Desa Blondo memiliki letak yang strategis dan dilalui oleh aliran Sungai Elo. Untuk itu tema "Ruwatan Bumi" sengaja diangkat untuk kembali mengajak masyarakat mencintai alam, lingkungan dan ekosistemnya. Hal ini dilakukan mengingat dampak dari Sungai Elo dari sisi kehidupan, perekonomian dan pariwisata sangat besar, terutama dari sektor rafting.

"Merawat Bumi atau alam ini harus kita gelorakan dari generasi ke generasi. Kita hidup berdampingan dengan alam dan alam sudah memberikan berbagai keuntungan untuk kita. Timbal baliknya kita harus merawat alam itu," tandasnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Desa Blondo, Ahmad Fauzi mengatakan dalam kegiatan Blondo Carnival 2023 kali ini juga selalu turut dilengkapi dengan kegiatan penanaman bibit pohon dan penaburan benih ikan di Sungai Elo.

"Bibit pohon ada 50 barang dari jenis, Pucuk Merah, Trembesi dan Aren. Sementara untuk ikan jumlah pastinya kami kurang paham tapi ribuan benih ikan dari jenis Ikan Melem," katanya.

Dirinya berharap, kondisi alam yang ada di Desa Blondo selalu terjaga kelestariannya. Terutama Sungai Elo yang sudah memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Dengan melestarikan alam, maka air di Sungai Elo akan tetap mengalir memberikan kehidupan disekitarnya.

Kegiatan Blondo Carnival 2023 kali ini menurut Fauzi diikuti oleh 20 Kelompok yang berasal dari 12 Dusun yang ada di Desa Blondo. Dirinya mengucapkan terimakasih atas kekompakan Karang Taruna Desa Blondo dalam acara tersebut, dan seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar