BERITAMAGELANG.ID - Satu lagi destinasi wisata muncul di Kabupaten Magelang. Wisata petik jeruk merupakan alternatif bagi yang ingin meningkatkan imun tubuh di musim pandemi Covid-19. Selain itu juga menjadi wisata edukasi terutama untuk anak-anak.
Objek wisata ini memang baru dirintis. Tempatnya ada di Desa Gamol Paremono Kecamatan Mungkid. Untuk berkunjung ke sini sebaiknya reservasi lebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk mengindari kerumunan.
"Iya lebih baik reservasi lebih dulu ke nomor WhatsApp 0878-3421-4522, agar tidak ada kerumunan. Jam bukanya dari 07.30 sampai 16.00 WIBââ¬Â kata Eryani (45), guide wisata petik jeruk.
Mbak Ning, panggilan akrabnya menambahkan, wisata petik jeruk ini sebenarnya sudah ada sejak awal pandemi Covid-19.
Ide ini terbersit agar masyarakat menambah imun tubuh dengan mengonsumsi jeruk yang banyak mengandung vitamin C. Di sini, wisatawan yang datang boleh memetik dan mencicipi jeruk sepuasnya. Juga berswafoto dan setelah itu boleh beli dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu ada edukasi bagaimana menanam dan memelihara pohon ini, serta bagaimana memetiknya.
Untuk menuju ke kebun jeruk ini sebenarnya tidak sulit. Dari jalan raya hanya sekitar 50 meter. Namun banyak wisatawan yang masih kesasar, karena tidak menemukan rambu penunjuk jalannya. Pengelola sengaja belum memasang rambu karena memang baru rintisan. Juga belum banyak fasilitas yang dibangun. Masih murni kebun dengan ratusan pohon jeruk berbagai jenis.
Meski tak ada papan penunjuk jalan, hampir setiap hari ada wisawatan yang datang, terutama wisatawan lokal. Mereka yang datang biasanya rombongan keluarga, kantor atau PKK.
Sementara itu, Badarudin pemilik kebun menjelaskan, pohon jeruk ditanam di atas lahan seluas hampir 1 hektar. Ada ratusan pohon jeruk berbagai jenis. Antara lain Gergah Kerinci yang rasanya sangat segar mengandung banyak air, ada manis dan asemnya. Kemudian jeruk siam, nipis, pamelo, keprok dan lain sebagainya.
Ia mulai menanam pohon jeruk sejak 2014. Bibitnya ia beli di Sawangan.
"Sebenarnya saya ingin menanam pohon jeruk dengan jenis yang sama, namun ternyata persediaan tidak ada. Akhirnya beli bibit berbagai jenis," ujarnya.
Untuk gergah per kilogramnya dihargai Rp22 ribu, siam Rp16 ribu, nipis Rp14 ribu.
"Pengunjung yang masuk di sini tidak dipungut tiket tanda masuk, gratis, dan boleh mencicipi sepuasnya tanpa bayar," kata Badarudin.
Badarudin tertarik menanam pohon jeruk karena tanahnya cocok dan jenis tanaman ini mudah dipelihara serta tumbuh subur.
Warsih, salah satu pengunjung mengaku sudah yang kesekian kali datang ke kebun jeruk ini. Di samping seluruh anggota keluarganya suka buah, juga ada keasyikan karena boleh memetik sendiri.
"Harganya juga lebih murah dan boleh mencicipi sepuasnya," kata dia.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar