Aquaponik, Solusi Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemi Covid-19

Dilihat 3042 kali
Ibu-ibu PKK Desa Kalinegoro dalam pelatihan pembuatan media aquaponik, sebagai upaya ketahanan pangan
BERITAMAGELANG.ID - PKK Desa Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, menggelar pelatihan pembuatan aquaponik, di balai desa setempat, Sabtu (9/5/2020).

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kalinegoro, Yuyun Hajid Mulyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya ketahanan pangan selama pandemi Covid-19.

"Imbauan dari PKK pusat, melalui PKK provinsi dan kabupaten agar meningkatkan ketahanan pangan. Dalam hal ini pemanfaatan pekarangan dengan sistem aquaponik," ucap Yuyun.

Aquaponik merupakan sebuah alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Sehingga ibu rumah tangga bisa memanfatkan pekarangan atau halaman yang terbatas. Pembuatannya juga dapat memanfaatkan barang bekas, seperti ember bekas ukuran besar dan botol air mineral.

"Sebenarnya ada beberapa alternatif lain, seperti sistem polybag atau hidroponik. Namun dipilih aquaponik karena selain dapat menanam sayuran juga dapat memelihara ikan, jadi dapat sayur dapat diperoleh juga lauknya. Selain itu biaya pembuatan jauh lebih murah, sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu," papar Yuyun.

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan dari dusun dan RW Desa Kalinegoro. Selanjutnya ilmu pelatihan itu disampaikan kepada warga masing-masing dusun dan RW.

"Anggaran pelatihan dari dana desa melalui PKK desa. Nantinya saya akan berkeliling dusun dan RW, apakah masyarakat sudah menerapkan aquaponik apa belum," tandas Yuyun.

Narasumber pelatihan dari Pokja 3 PKK Kabupaten Magelang, Rayndra Syahdan memberikan materi sekaligus praktek langsung pembuatan media aquaponik.

"Dalam sistem aquaponik, bisa menggunakan tanaman kangkung, seledri, loncang, pakcoy dan sawi caesim. Ikannya bisa lele, patin dan gurame," papar Rayndra.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang