BERITAMAGELANG.ID - Forum Keserasian Desa Tanjunganom Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah menggelar Sarasehan / Dialog Tematik Keserasian Sosial ke 2, Senin (15/10).
Sarasehan yang digelar di Balai Desa Tanjunganom Salaman tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari Dusun Karangmulya dan Rejosari Desa Tanjunganom. Para peserta merupakan warga yang tempat tinggalnya berbatasan langsung dengan desa.
Sebagian batas desa yang selama ini hanya berwujud pembatas dengan pohon perdu terkadang menimbulkan konflik sosial antara warga Tanjunganom dengan warga lain.
Hal tersebut dikarenakan saat musim hujan, sampah hutan sering masuk ke perkampungan Desa Tanjunganom, khususnya di Dusun Karangmulyo dan Rejosari. Akibatnya, hal tersebut memicu konflik antar warga yang disebabkan faktor alam.
Menyikapi hal tersebut Forum Keserasian Desa Tanjunganom berinisiatif mengajukan bantuan ke Kementerian Sosial agar dibangun parit atau drainase yang berfungsi mengalirkan air yang melewati batas wilayah tersebut.
Gayungpun bersambut. Kementerian Sosial memberikan bantuan dana guna membangun drainase di Desa Tanjunganom.
Sarasehan bertema Harmoni Dalam Keberagaman tersebut dihadiri pejabat Kementerian Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Muspika Salaman dan peserta sarasehan.
Pejabat Kementerian Sosial Provinsi Jawa Tengah, Tutik Setyowati, berharap warga Tanjunganom bisa menjadi masyarakat yang berketahanan.
"Dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan mampu menyelesaikan setiap konflik sosial yang timbul dengan cara-cara yang bermartabat dan menjunjung harkat insan setiap warga," harap Tutik.
Ketua Forum Keserasian Desa, Lukman (28) warga Dusun Madusari Tanjunganom mengatakan kegiatan sarasehan /dialog ini sangat bagus guna menjadikan pembelajaran bagi masyarakat dalam menyikapi dan mengatasi konflik sosial yang timbul.
Dengan dibangunya drainase, Lukman berharap tidak ada lagi perselisihan atau konflik sosial yang diakibatkan oleh faktor alam.
"Saya berharap ke depan masyarakat Tanjunganom bisa lebih tenang dalam menghadapi konflik yang ada," sambung Lukman.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar