BERITAMAGELANG.ID - Ribuan lampion berterbangan menghiasi langit di atas Candi Borobudur, pada malam perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024, Kamis (24/5/2024) malam. Penerbangan lampion sekaligus menutup rangkaian kegiatan Waisak sejak beberapa waktu lalu.
Lampion diterbangkan dari Marga Utama komplek Candi Borobudur usai detik-detik Waisak pada pukul 20.52.42 WIB. Ribuan masyarakat lintas agama sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka rela menunggu dengan waktu yang cukup lama, demi menyaksikan kegiatan yang sangat indah ini. Bahkan mereka juga rela diguyur hujan gerimis yang sempat jatuh di pelataran Borobudur.
Festival lampion waisak diorganisir Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI). Sebelum melepas lampion para umat melakukan sesi meditasi terlebih dahulu dibimbing Bhikkhu Sangha, setelah itu para umat diperlihatkan tata cara melepaskan lampion.
Lampion yang dilepaskan sendiri terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan akan terurai habis seluruh bahannya setelah melayang di udara, sehingga tidak menimbulkan limbah apapun di lingkungan. MBMI sendiri telah mengantisipasi berbagai hal dengan teliti seperti mempersiapkan asuransi, pemadam kebakaran, ambulans, dan lainnya.
Pelepasan lampion Waisak merupakan acara yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat. Pelepasan lampion ini sudah menjadi ikon Waisak Nasional di Candi Borobudur. Setiap tahunnya, masyarakat dari seluruh Indonesia dan mancanegara, baik umat Buddha yang melakukan ritual maupun turis hadir ke Candi Borobudur untuk ikut acara atau menyaksikan pelepasan lampion yang merupakan simbol penerangan, kedamaian batin, ketenangan, kebahagiaan, dan tercapainya harapan, doa, cita-cita yang baik serta impian peserta yang ditulis khusus pada stiker yang dapat diterbangkan bersama lampionnya.
"Seiring berjalannya waktu, minat masyarakatpun terus meningkat," ujar Koordinator Lampion Waisak Nasional 2568 B.E./2024, Fatmawati, yang juga Ketua Umum Wanita Buddha Mahanikaya Indonesia .
Maya, salah satu peserta lampion mengaku sengaja datang ke Borobudur untuk menyaksikan festival lampion. Selama ini ia hanya melihat di media sosial, sehingga saat ini menjadi penasaran untuk melihat secara langsung.
"Saya bersama beberapa teman sengaja datang ke Borobudur untuk menyaksikan momen indah ini," kata dia.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar