Gubernur Jateng Siapkan Evakuasi Warga Merapi dan Hewan Ternak Sesuai Protokol

Dilihat 2217 kali
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau PGM Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Kamis (16/7/2020)

BERITAMAGELANG.ID - Mengantisipasi peningkatan aktifitas Gunung Merapi di masa pandemi Covid 19 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan jika pemerintah telah mempersiapkan pola pengungsian warga Merapi beserta hewan ternaknya. 


Keberadaan hewan ternak bagi warga lereng Gunung Merapi merupakan 'rojobrono' atau harta tabungan yang selama ini sudah menjadi bagian hidup mereka.


"Dulu manusianya dulu diselamatkan, sekarang hewan ternaknya juga agar tidak mencuri waktu dipengungsian untuk pulang memberi makan ternaknya," kata Ganjar saat berkunjung di Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Kamis (16/7/2020).


Dari pengamatan orang nomor satu di Jateng ini proses mobilisasi penyelamatan masyarakat Gunung Merapi yang berada di tiga kabupaten tersebut juga mudah karena mereka sudah terlatih oleh BPBD setempat. 


Guna mengurangi kerumunan, tugas pemerintah daerah bersama jajarannya hanya memfasilitasi pengungsian yang sesuai protokol kesehatan dan tersedia kandang hewan ternak. 


"Sehingga jika warga mengungsi tidak memikirkan hewan ternaknya," ungkap Ganjar.


Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menegaskan jika warga lereng Merapi di wilayah Magelang, Klaten dan Boyolali Jawa Tengah tidak panik dalam menghadapi peningkatan aktifitas Gunung Merapi. 


Masyarakat sudah mengerti setiap perkembangan aktifitas Gunung Merapi melalui media sosial. 


Hanya saja yang menjadi pembeda adalah saat ini adalah pola pengungsian karena adanya pendemi Covid 19. 


"Masyarakatnya sudah ngerti kok apa itu wedus gembel, arahnya kemana apalagi ditambah data sains dari Pos Pengamatan Gunung Merapi dan Badan Geologi sehingga lebih presisi," jelas Ganjar.


Untuk mengantisipasi pengungsi di masa pendemi Covid 19 pemerintah Jawa Tengah juga telah mempersiapkan program desa/keluarga bersaudara beserta sarana infrastrukturnya. Dalam program itu semua unsur TNI, Polri, BPBD, relawan perangkat desa sudah dipersiapkan. 


"Waspada itu penting sehingga butuh dipersiapkan," tegas Ganjar.


Seperti diberitakan, aktifitas Gunung Merapi saat ini meningkat dengan terjadinya deformasi atau pembengkakan diwilayah puncak akibat aktifitas magma dari dalam. Kondisi itu berpotensi terjadi erupsi sewaktu-waktu. Meski demian BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi dilevel dua Waspada dengan jarak aman radius tiga kilometer dari puncaknya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🚧🇮🇩 TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 resmi dimulai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Selama 30 hari ke depan, TNI bersama Pemkab Magelang, Pemprov Jateng, dan masyarakat akan bergotong royong membangun jalan cor blok sepanjang 500 meter, talud senderan 70 meter, serta menggelar berbagai penyuluhan mulai dari bela negara, kesehatan, hingga bahaya narkoba. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses warga, mendorong perekonomian desa, sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. 💪 Bagaimana pendapatmu tentang program TMMD untuk pembangunan desa? Tulis di kolom komentar! 👇 #Magelang #TMMD #tniindonesia🇮🇩 ♬ original sound - kominfomagelang