Jelang Imlek, Ratusan Dewa Dewi Kelenteng Tua Muntilan Dibersihkan

Dilihat 677 kali
Proses memandikan dewa dewi menjelang Imlek oleh warga Tionghoa di Kleteng Hok An Kiong Muntilan Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Jelang hari raya Imlek atau tahun baru China 2575, warga Tionghoa di Kota Muntilan Kabupaten Magelang menggelar ritual menyucikan patung dewa sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur.


Pengurus Kelenteng Hok An Kiong Muntilan, Budi Raharjo mengungkapkan ritual pembersihan altar dan patung dewa atau Jhingdun tersebut jadi bagian dari prosesi sebelum datangnya tahun baru Imlek 2575. Umat yang bertugas untuk membersihkan patung-patung adalah orang khusus. Mereka sebelumnya juga telah melakukan upacara kenaikan para dewa ke surga.


Momen 'kosong' itu tepat lima hari jelang Sembahyang Imlek dimanfaatkan umat untuk membersihkan patung-patung yang disembah. Sehingga saat para dewa turun dari kahyangan. semua dalam kondisi bersih lahir batin dengan harapan agar pelaksanaan Imlek berlangsung dengan baik dan membuka ruang keberuntunganan baru bagi setiap umat.


"Gunanya untuk pembersihan itu nanti kira-kira 5 hari lagi kita juga upacara sembahyang, turunnya dewa-dewa lagi lah itu kita untuk Jhingdun itu supaya kita membersihkan diri dari kotor kotoran batin," ungkap Budi Raharjo di sela kegiatan tersebut, Minggu (4/2/2024).


Lebih lanjut dijelaskan Budi, saat nanti para dewa turun, umat di Kelenteng tua Hok An Kiong Muntilan akan melakukan doa permohonan supaya nanti saat Pemilihan Umum berjalan aman, tenteram, tidak ada masalah dan bisa milih pemimpin yang bijak, yang baik untuk negara kita.

 

Hal itu sesuai dengan Shio Imlek 2024 yakni Shio Naga Kayu. Tahun Naga Kayu dimulai pada tanggal 10 Februari 2024 dan berakhir pada 28 Januari 2025. Shio Naga Kayu dipercaya memiliki nilai gerak perubahan, kreativitas dan inovatif bagi sosok pemimpin. 


"Ya tujuannya cuma itu aja," ujarnya.


Budi mengatakan, terdapat ratusan patung (rupang) dewa dan dewi yang dibersihkan, termasuk altar utama tempat patung dewa bumi Khongco Hok Tik Kimcing. Patung dewa itu sudah ada sejak kelenteng berdiri. Patung dewa yang dituakan yakni tahun 1871.


Menurutnya, dalam pembersihan dilakukan dengan hati-hati menggunakan air yang dicampur dengan aroma wangi bunga. Kemudian alat kuas diperlukan sehingga dalam proses pembersihan bisa menjangkau lebih bersih ke seluruh bagian patung.


Setelah selesai proses pembersihan tersebut, patung-patung itu kemudian dikeringkan dan diletakkan di lokasi semula.


"Kalau semua di sini banyak rumpang rumpang seperti Dai Shui, Dai Shui itu mungkin di lain tempat nggak ada yang ada di Indonesia cuma kita. Dai Shui itu yang banyak sekali. Itu 63," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar