BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat kapasitas tenaga lini lapangan dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan sekaligus mempercepat digitalisasi perlindungan sosial.
Upaya ini dilakukan melalui kegiatan Penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KB Pasca Persalinan serta Bimbingan Teknis Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Magelang yang diwakili Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang, Dian Hermawan.
Dalam sambutan Bupati Magelang yang dibacakan Dian Hermawan, Pemerintah Kabupaten Magelang mengapresiasi peran tenaga lini lapangan yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program pemerintah sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Tenaga lini lapangan dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan informasi kepada keluarga, baik terkait perencanaan keluarga maupun akses terhadap program perlindungan sosial.
"Melalui penguatan KIE KB Pascapersalinan, kita ingin memastikan bahwa setiap ibu pascamelahirkan mendapatkan akses informasi, edukasi, dan pelayanan kontrasepsi yang tepat," jelasnya.
Lebih lanjut, langkah ini sangat penting untuk mengatur jarak kehamilan, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mencegah stunting di Kabupaten Magelang mulai dari hulu.
Penguatan program KB pascapersalinan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, sehingga kesehatan ibu dan anak lebih terjaga. Di sisi lain, pendampingan yang dilakukan tenaga lini lapangan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga dan sumber daya manusia sejak dini.
Selain penguatan program KB, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga lini lapangan sebagai Agen Perlindungan Sosial. Peran tersebut semakin penting seiring dengan kebutuhan percepatan digitalisasi perlindungan sosial yang menuntut ketepatan data, proses verifikasi dan validasi yang baik, serta penyaluran bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, tenaga lini lapangan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berkontribusi dalam memastikan program perlindungan sosial menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Dengan kompetensi baru sebagai Agen Perlinsos, saya optimistis tenaga lini lapangan kita akan semakin adaptif, responsif, dan mampu memastikan bahwa program perlindungan sosial tepat sasaran bagi warga masyarakat kita yang benar-benar membutuhkan," harapnya.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program di lapangan.
Dengan demikian, tenaga lini lapangan tidak hanya berperan dalam menyukseskan program kependudukan dan keluarga berencana, tetapi juga menjadi penghubung penting antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan perlindungan sosial.
Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Sri Wahyuningsih, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan tenaga lini lapangan dalam memberikan edukasi, konseling, serta pendampingan kepada keluarga sasaran, khususnya terkait KB pascapersalinan.
Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, sekaligus meningkatkan pengetahuan tenaga lini lapangan mengenai percepatan digitalisasi perlindungan sosial.
Sebanyak 105 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 21 koordinator penyuluh KB, 21 petugas penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), serta 63 Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Kabupaten Magelang.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Magelang berharap peningkatan kompetensi tenaga lini lapangan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya pemahaman keluarga tentang kesehatan ibu dan anak hingga semakin tepatnya pelaksanaan program perlindungan sosial.
Penguatan kapasitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
0 Komentar