Petani Didorong Ekspor Hasil Tanamnya

Dilihat 1381 kali
Bimtek Ekspor Petani Holtikultura, Senin (27/2).

BERITAMAGELANG.ID - Komisi IV DPR RI mendorong petani Kabupaten Magelang untuk melakukan ekspor. Salah satu bentuk dukungan adalah dengan mengadakan Bimtek "Strategi Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Pertanian (Hortikultura) Untuk Akselerasi Ekspor".



"Kegiatan ini kita laksanakan agar pera petani mendapat pengetahuan, bagaimana menyiapkan persyaratan ekspor," kata anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina, usai membuka kegiatan tersebut di Wisma Sejahtera Kota Magelang, Senin (27/2).



Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Karantina Pertanian kementan RI dan diikuti petani holtikultura dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang. Vita menjelaskan, bimtek ini dilaksanakan karena ia melihat di Kabupaten Magelang banyak tanaman holtikultura. Terlebih holtikultura seperti buah-buahan memiliki jangka waktu sedikit, namun tetap bisa melakukan ekspor.


"Kita juga akan dorong pertanian dan pupuk organik. Saya juga akan membantu membuka jaringan-jaringan agar petani siap masuk ke pasar ekspor.



Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ade Sri Kuncoro menyampaikan, besarnya potensi komoditas holtikultura memacu untuk terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna meningkatkan produksi dan pengausaan pasar baik domestik maupun ekspor. Peningkatan daya saing tanaman pangan dan holtikultura menajdi hal yang penting dan mendesak.


Permintaan ke depan masih akan terus meningkat untuk produk pertanian primer, khususnya berbasis pertanian organik dan olahan hasil komoditas. Untuk lebih menguasai pasar, pengembangan produk holtikultura harus lebih fokus pada peningkatan kualitas dan persaingan harga serta kuantitas dan kontinuitas produksi.


"Melihat potensi dan risiko komoditas holtikultura maka perlu dilakukan bintek ini," ujar Ade.



Cicilia Tri Widyawti, Sub Koordinator Karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang mengatakan, bahwa sebenarnya Balai Karantina memiliki tugas yang sama dengan Dinas Pertanian untuk mendampingi dan mengawal para petani untuk bisa melakukan ekspor.


"Kalau dari sisi karantina, kami akan membantu petani memenuhi persyaratan ekspor," ujarnya.


Sebab, apabila belum terpenuhi persyaratan, maka sertifikat kesehatan tumbuhan belum bisa diterbitkan.


"Salah satu fasilitas kami, yakni membantu petani mengadakan bimtek, tapi tidak menutup kemungkinan kalau kita pun membantu petani di lapangan," katanya.



Pihaknya bisa bekerja sama dengan Dinas Pertanian karena banyak petani yang melakukan konsultasi. Terutama untuk produk non kayu yang belum ada ekspor di Magelang.


"Baru ada beberapa seperti daun pakis, juga kapulaga yang sudah rutin. Kalau Kabupaten Magelang memang unggulannya produk kayu," jelasnya.



Menurutnya, Kabupaten Magelang merupakan wilayah agraris dengan potensi holtikultura yang sangat besar, seperti sayur dan buah.


"Kalau bisa setelah terpenuhi kesejahteraan keluarga, maka bisa untuk ekspor. Selain pasar lokal bisa pasar luar sehingga ada nilai tambah," imbuhnya.



Ia kembali menekankan, petani yang akan melakukan ekspor harus harus memenuhi persyaratan, karena dikhawatirkan bila tidak penuhi persyaratan ekspor khawatir dikembalikan.


"Barangnya di sana, ditolak atau dimusnahkan. Sebelum ekspor, maka petani wajib mengetahui persyaratan. Persyaratan ekspor yang paling sulit itu bibit. Kalau persyaratan terpenuhi, nanti kita terbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar