Ini Fenomena Unik Pilkades 49 Desa di Magelang

Dilihat 2437 kali
Suasana Pilkades di Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/10).

BERITAMAGELANG - Bersaing dengan kerabat dan istri, menjadi fenomena unik dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/10).

"Sebenarnya ada 50 desa yang menggelar Pilkades, tapi Desa Kemuthuk Kecamatan Tempuran batal dilaksanakan karena hanya ada satu calon yang maju," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang Karya Humanita saat meninjau pelaksaan Pilkades di DesaTreko Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang.

Ia mengungkapkan, dari 49 desa, pihaknya telah memetakan kerawanan dari proses Pilkades yang beberapa diantara para calon Kades merupakan kerabat.

"Kerawanan meliputi Desa Banyusari Kecamatan Tegalrejo; kemudian Desa Ngluwar Kecamatan Ngluwar; Majaksingi Kecamatan Borobudur. Sedangkan di Desa Srumbung Kecamatan Srumbung; Treko, Mungkid; dan Desa Balekerto; Kaliangkrik para calon Kades adalah kerabat dekat, baik itu istri, suami maupun saudara," ungkapnya.

Hal tersebut menurut Karya merupakan fenomena wajar, sesuai aturan yang ada untuk membangun demokrasi.

"Regulasinya memang demikian, bahwa tidak diperbolehkan calon tunggal di Pilkades. Meski demikian berdasar pantauan, proses Pilkades di 49 desa berlangsung aman dan tertib," imbuhnya.

Seperti di Desa Treko Kecamatan Mungkid, terdapat dua calon yang masih kerabat, yakni Calon Kades No 1 Priyo Jatmiko yang merupakan paman dari Drs. M. Yusuf. Keduanya pun harus bersaing dalam Pilkades kali ini.

Meski demikian, selama proses Pilkades kondisi desa wisata tubing ini tetap kondusif. Perolehan suara terbanyak diraih calon Kades nomor urut 2 Drs. M. Yusuf.

"Kita tidak canggung selama proses Pilkades karena saya secara pribadi dicalonkan oleh masyarakat," terang M. Yusuf.

Kepada BeritaMagelang.id, pria kelahiran 1971 yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai kepala desa Treko ini juga bersyukur karena masyarakat masih mendukungnya.

"Prosesnya tidak ada kendala, apalagi saya dipinang oleh masyarakat tentu keberadaan calon lain merupakan suatu keharusan agar ke depan bisa lebih baik dan amanah," tegasnya.

Antusias masyarakat di sejumlah desa yang menggelar Pilkades juga sangat tinggi. Mereka dengan tertib menyalurkan hak suaranya. Bahkan beberapa TPS dihias dengan konsep busana daerah dan seni trdasional. 

Terkait pengamanan, ratusan personil TNI Polri dan Linmas Kabupaten Magelang telah dikerahkan, dengan berjaga selama berlangsungnya Pilkades kali ini.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar