Bawaslu Kabupaten Magelang Ajak Buruh Slenggrong Merapi Petakan Kerawanan Pemilu

Dilihat 961 kali
Puluhan penambang pasir manual mengikuti sosialisasi pemetaan kerawanan Pemilu dari potensi bencana Merapi yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi dan pemetaan potensi kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu 2024 kepada puluhan buruh senggrong atau penambang manual Merapi di wisata alam Randu Ijo Jurang Jero Kecamatan Srumbung (18/1/2024).

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M. Habib Saleh mengatakan sebanyak 60 peserta hadir dalam kegiatan yang dikemas seperti forum rembug warga. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok atau panel diskusi yang didampingi jajaran Bawaslu Kabupaten Magelang.Tiap kelompok didampingi satu orang staf Bawaslu untuk membantu memetakan kerawan di TPS.

"Kita kumpulkan mereka untuk sosialisasi kepemiluan. Kapan itu pemilunya, berapa surat suaranya, kemudian nanti mereka mendapatkan surat suaranya ketiga pindah memilih. Misal antar Kecamatan atau mengunakan A5," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam panel atau kelompok tersebut para buruh slenggrong tersebut diminta mengidentifikasi potensi masalah di TPS saat pemungutan suara. Setelah melakukan pemetaan potensi kerawanan tersebut, secara bersama sama berdiskusi mencari solusinya.

Dengan metode tersebut, lanjutnya akan memberikan pemahaman kepada mereka, karena hal ini bukan pemahaman satu arah tetapi diskusi atau rembug warga.

Dalam kesempatan ini, kata Habib pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait ancaman erupsi Gunung Merapi yang saat ini berstatus siaga dan mungkin bisa jadi meningkat sewaktu waktu. Seandainya nanti terjadi erupsi maka warga harus pindah memilih (di tempat pengungsian).

Untuk itu, kata Habib, saat ini Bawaslu Kabupaten Magelang masih proses pendataan berapa jumlah pemilih di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 erupsi Merapi.

"Tujuannya untuk memetakan kerawanan, sehingga apabila terjadi erupsi harus bagaimana dan sebagainya," jelasnya.

Habib juga menyampaikan, bilamana erupsi terjadi dan harus mengungsi maka warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah, baik itu melalui Kades seperti harus kemana mengungsi sesuai program desa bersaudara. Hal ini tentunya memudahkan penyelenggara pemilu melaksanakan prosesnya bilamana hal itu terjadi.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar