Kapulaga, Rempah Asal Magelang Mendunia

Dilihat 1810 kali
Proses pilah kapulaga untuk eksport ke Cina oleh usaha Kapulogo Jaya Mandiri di Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Kapulaga merupakan rempah, dengan aroma khas bermanfaat bagi kesehatan dan makanan. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Magelang terutama lereng Gunung Sumbing, Merapi Merbabu dan perbukitan Menoreh.

Tak hanya populer sebagai obat dan rempah di Indonesia Kapulaga juga diminati dan di cari masyarakat luar negeri. Bahkan, kapulaga asal Kabupaten Magelang juga masuk daftar 10 rempah ekspor andalan Kementerian Perdagangan selain kunyit, lengkuas, cengkih, pala, vanili, dan jahe.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas menyebut dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang rempah rempah paling banyak ditanam oleh petani Kabupaten Magelang yakni jahe dan kapulaga.

Komoditas tanaman jehe, lanjut Ade tersebar di 12 Kecamatan, tiga kecamatan diantaranya terbanyak di Salaman dengan luasan 18,2 ha dengan hasil panenan mencapai 541 ton. Kemudian wilayah Kecamatan Tempuran 18 ha dengan produksi 346 ton dan Kecamatan Grabag 15, 4 hektar dengan produksi 175 ton.

"Adapun luas tanaman jahe, di Kabupaten Magelang pada tahun 2023 mencapai 775.2 Ha lebih dengan total produksi mencapai 1.721 ton," kata Ade, Selasa (02/01/2024).

Dijelaskan Ade, untuk tanaman kapulaga di Kabupaten Magelang yang menjadi idola para petani di 10 kecamatan diantara terbanyak di Kecamatan Grabag dengan luas mencapai 192 ha dengan produksi mencapai 10.73 ton. Kemudian di Kecamatan Tempuran luas tanaman kapulaga mencapai 28.5 ha produksi 114 ton dan Tegalrejo 15.6 ha dengan produksi 259 ton.

Dari luasan yang ada itu tersebar di wilayah Kecamatan Salaman, Borobudur, Sawangan, Candimulyo, Tempuran Kajoran,Secang Tegalrejo, Pakis dan Grabag.

Menurut Ade, kapulaga memiliki bagian penting dalam sejarah panjang penjajahan di Indonesia. Kapulaga menjadi rempah berharga yang telah diperdagangkan sejak ribuan tahun yang lalu. 

Saat ini, dijelaskan Ade kapulaga asal Kabupaten Magelang menjadi salah satu tanaman empon empon yang diminati oleh para investor dan eksportir  di beberapa daerah. Khusus di Kabupaten Magelang terdapat Packing House (rumah pengemasan) yaitu Kapulaga Jaya Mandiri yang rutin mengirim (eksport) ke negara Cina.

Untuk mendukung mata rantai produksi kapulaga, Distanpan Kabupaten Magelang mendorong para petani menambah luasan tanam untuk meningkatkan produksi kapulaga serta berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian untuk mencapai peluang tersebut.

"Mudah mudahan dengan adanya Packing House yang ada di Kabupaten Magelang dapat meningkatkan minat petani untuk memperluas tanaman ini,," papar Ade.

Kapulaga adalah sejenis rempah-rempah yang umum digunakan dalam masakan untuk memberikan aroma dan rasa khas. Kapulaga juga menjadi bagian penting dalam jalur perdagangan rempah-rempah kuno antara Asia Selatan dan Timur Tengah.

Sejak tahun 2010 tujuan ekspor kapulaga dan rempah-rempah oleh Packing House CV.Kapulogo Jaya Mandiri Dusun Keprekan Desa Bojong Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang adalah ke Cina.

Usaha milik Kuntoro warga Saragan Banyurojo Mertoyudan Kabupaten Magelang tersebut fokus sebagai produsen kapulaga namun juga melayani pengiriman rempah lain seperti lada putih, cabai jamu, cengkih, pala dan lainnya.

Merintis tahun 1995 bekerja pada orang. Tahun 2010 hingga kini. mulai kerja mandiri beli barang sendiri dan jual sendiri dengan mengirim ke Cina.

"Dalam satu tahun minimal 130 -145 kontainer kapulaga dikikirm ke Cina harga fluktuatif bisa mencapai Rp 400 ribu dan yang terendah Rp 50 ribu. Di cina untuk bahan makanan dan farmasi obat obatan," papar Kuntoro dalam pekan ini.

Menurut Kuntoro, kebutuhan untuk pengiriman ke Cina sangat besar bahkan pihaknya kekurangan pasokan. Permintaan saat ini terbesar adalah untuk bahan farmasi.

Guna mencukupi kebutuhan itu, Kuntoro berinisiatif menggalang kelompok tani dengan rutin melakukan sosialisasi di berbagai daerah, Tujuannya selain guna mencukupi pasokan eksport, petani juga akan maju bersama perekonomiannya karena jaminan pendapatan dan kestabilan harga jual.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan eksport saat ini Kuntoro harus mengumpulkan kapulaga dari seluruh Indonesia.

"Setengah mati saya kekurangan, mengumpulkan kapulaga untuk farmasi," kelakarnya.

Dikatan Kuntoro keunggulan tanaman kapulaga adalah para petani akan mendapat jamainan mendapat harga jual pasti yang luar biasa dibanding tanam padi atau lainnya. Biaya produksi tananam kapulaga juga rendah, minim hama karena sekali tanam untuk selamanya.

Sedangkan terkait harga kapulaga, menurut Kuntoro saat ini cenderung fluktuatif dipengaruhi oleh kualitas, semakin bagus semakin mahal. Petani diharapkan memperhatikan umur masa panen kapulaga dan perawatannya paska panen. Maka dibutuhkan inovasi agar petani patuh terhadap SOP (standar operasional) tidak asal panen, asal jemur asal jual.

 "Tidak ada harga bagus tanpa diiringi kualitas," tegas Kuntoro.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar