Non Stop, Pidato 4 Bahasa di Sekolah Insan Kamil Kajoran

Dilihat 3762 kali
Siswa SMP ITU Insan Kamil sedang praktek pidato

BERITAMAGELANG.ID -- Pengembangan kualitas siswa menjadi tanggung jawab dan target setiap lembaga pendidikan atau sekolah. Strategi cara dalam proses belajar siswa tentu menjadi salah satu kunci utamanya.

Salah satunya melalui manajemen sekolah, dalam kurikulumnya siswa diberi keterampilan public speaking atau berpidato. Hal tersebut diterapkan oleh SMP IT INSAN KAMIL Magelang yang mengadakan Ekstrakurikuler pidato sebagai salah satu kurikulumnya.

"Kegiatan ini kami lakukan setiap hari, tujuannya agar siswa terlatih kepercayaan dirinya dan membentuk mereka sebagai kader yang mampu berbicara di depan umum. Tentunya kami sebagai guru selalu memberikan motivasi dan bimbingan rutin," kata Koordinator Ektrakurikuler SMP IT INSAN KAMIL Magelang, Desty Prasetyaningtyas.

Teori ektrakurikuler pidato dilakukan rutin seminggu 1 kali di ruangan kelas, sedangkan prakteknya setiap hari setelah sholat Dzuhur berjamaah. Teknisnya para siswa dan guru akan menyaksikan siswa yang mendapat giliran tampil berpidato di hadapan mereka.

Tema yang sering diberikan kepada siswa mengarah ke religi, tapi juga mencakup tema lainnya seperti perkembangan teknologi. Siswa diizinkan menampilkan tema menurut kreativitasnya sendiri, namun tetap pada jalur dakwah agama.

"Pidato yang kami ajarkan meliputi 4 bahasa antara lain, Bahasa Indonesia, Inggris, Jawa dan Arab. Sebagai langkah awal kita terlebih dulu mengajarkan siswa berpidato menggunakan Bahasa Indonesia, lalu kemudian ke bahasa yang lain," jelasnya.

Ditegaskannya, bahwa siswa tidak boleh menggunakan teks saat tampil berpidato, harapannya agar siswa tidak menjadi bergantung pada teks. Aturan tersebut juga dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam praktek pidato secara nyata.

"Meski baru mampu menggunakan bahasa yang sederhana, tapi kepercayaan diri siswa saat berbicara di hadapan banyak orang bisa terlatih," imbuhnya.

Hal yang menjadi salah satu tantangan siswa ialah, sebelumnya mereka harus belajar, memahami dan menguasai hal yang akan disampaikannya dalam isi pidato. Mempelajari isi tema sesuai dengan sumber yang relevan agar informasi yang disampaikan tepat.

"Kami ada kegiatan MSQ (Musabaqah Syarhil Quran) yang isinya menjabarkan ayat Al Quran. Dipraktekan secara bersama oleh 3 siswa yang masing-masing punya peran berbeda. 1 siswa baca ayat, 1 siswa baca terjemahan dan 1 siswa yang menjabarkan," terang guru pengampu pidato 4 bahasa, koordinator ekstrakurikuler dan guru bahasa Arab tersebut.

Berlokasi di jalan KH. Ridwan KM 03 Pucungsari Kajoran, Magelang, SMP IT INSAN KAMIL Magelang merupakan boarding school, dan baru saja berdiri pada 2018 lalu di bawah naungan Yayasan Qolbun Salim Magelang.

"Sekolah kami jadi satu dengan kegiatan Pondok Pesantren Al-Faruq, kami juga menyantuni siswa yatim. Misal terdapat murid 40 maka terbuka kesempatan bagi 4 siswa yatim bisa sekolah gratis tanpa biaya sampai lulus," lanjut Waka Kurikulum SMP IT INSAN KAMIL Magelang, Ima Budi Setyowati.

Hal tersebut sebagai wujud komitmen sekolah untuk membantu siswa yatim dengan kuota minimal 10% dari jumlah siswa yang ada.

Editor Fany Rachma

2 Komentar

Desty Prasetya 22 Juni 2019 09:22
Alhamdulillaah..segala puji bagi Allah yang mengetahui doa doa orang tua kepada putra putrinya di pondok pesantren..
kartika putri 19 Juni 2019 17:44
Alhamdulillah, barokalloh.. Bahagia & bangga bisa menyekolahkan adek kembar di SMPIT INSAN KAMIL, . Siswa berprestasi tak luput dari ustadzah sholih sholihah yg turut mewarnainya.. ??.??

Tambahkan Komentar